PETUNJUK KEBENARAN
Apapun yang kita Alami bersama Jasad kita adalah Kebenaran, tapi ketika Apa yang kita alami dituliskan atau diungkapkan maka dia bukan lagi kebenaran, tapi menjadi petunjuk akan sebuah Pengalaman.
Ketika mendapatkan petunjuk yang berupa kata kata atau tulisan dari orang lain, pilihan ada ditangan kita... jika kita sudah mengalaminya tentu saja akan kita lewatkan, jika itu tidak penting bagi kita kemungkinan besar kitapun akan melewatkannya. Tapi jika itu menarik, tentu kita akan merasa ingin mengalaminya... Jika kita memutuskan ingin mengalami sebuah petunjuk, hati-hatilah... Tidak semua petunjuk mengarahkan kepada kebenaran, apalagi kalo itu tidak mengikutsertakan Jasad kita. Kadang kita dibawa ke dunia Pikiran yang penuh Jebakan, Ambisi, Ilusi, Halusinasi dan Delusi... Sayang banyak yang malah Berharap diajak ke sana... di Ajak untuk bermimpi Kaya dan Sukses (Diajak kaya dan diajak bermimpi kaya beda ya? 

), diajak mengalami Rasa Damai, tenang dan Berlimpah, di Ajak alam ke Surgawi, di Ajak ke Alam Dewa Dewi, di ajak ke Galaksi dan Berselancar di Kosmik... dan Ajakan sejenis yang gak terlalu membutuhkan peran dari Jasad kita.
Apa contoh Petunjuk yang Mengajak kepada Kebenaran?
Jika ada yang mengajakmu Ngopi atau Mengajakmu Makan, itu Petunjuk untuk Mengalami Kebenaran... Petunjuknya Se Sederhana itu... Rayakanlah... 

ATHEIS...
Sejatinya gak ada yang Bisa Atheis di Dunia ini, Semua Pasti Bertuhan... Entah sadar entah nggak.
Berbagai Agama dan Ajaran menamai Tuhan dengan nama yang berbeda beda lengkap dengan penggambaran bentuk, sosok, dan sifatNya yang juga berbeda beda... Tapi sebagian besar Orang gak sadar jika Tuhan Tuhan itu adalah Ciptaan Pikiran dan Penafsirannya saja, dari apa yang ia baca dan ia dengar sehingga Menjadi Keyakinan bagi Dirinya. Saya bilang keyakinan karena Apa yang Gak Bisa dibuktikan hanya bisa di yakini... 


Lalu Tuhan yang mana yang bukan Buatan Pikiran?
Tuhan itu bernama UANG, HARTA, WANITA, JABATAN, OMZET, BISNIS, KELUARGA... Bahkan "Rasa" Bisa menjadi Tuhan yang Bernama BAHAGIA, ABADI, NIKMAT ORGASME, TERCERAHKAN, GEMBIRA, SENANG, dan Sejenisnya.
Tuhan Tuhan itulah yang Menjadi Sumber dari Lintasan lintasan suara yang memberi perintah di diri yang menjadi penentu dari Ucapan dan Perbuatan Kita.
Cobalah diam sejenak, perhatikan sumber dari ucapan dan Keinginanmu untuk melakukan sesuatu... jika engkau tenang dan jernih serta lumayan cerdas, dirimu akan menyadari itu adalah lintasan suara di dirimu yang Sumbernya berasal dari TUHAN mu... 


Jadi, Kalo mau tahu Tuhan seseorang perhatikan saja Ucapan dan Perbuatannya, Perhatikan Akhlaknya... tidak usah peduli dengan Apa Agamanya, Apa yang diakuinya sebagai Tuhan dan Ritual Ibadah Apa yang dilakukannya... 


Sekarang mari kita Masuk ke Ruang Diri kita Masing Masing... Untuk Menemukan Siapa TUHAN yang selama ini kita Sembah dan kita ikuti Perintahnya... Kenali Dirimu dan Engkau akan Tahu Siapa Tuhanmu... 

Jadi, Siapa Nama Tuhanmu Kawan??? 

LINTASAN ITU
Saat itu disalah satu tempat makan, di depan saya duduk sendirian wanita yang wajahnya, bodynya dan bagaimana ia berpakaian akan membuat lelaki yang melihatnya akan menelan air liurnya... 


Tapi yang terlintas dikepala saya saat itu adalah sesuatu yang baru... Biasanya di kondisi itu pikiran liar akan membawaku ke Rangkaian Cerita Khayalan di alam sorgawi, tapi saat itu yang melintas adalah kalimat "Lihat dia sebagai Manusia"
Lintasan itu menjadi awal yang luar biasa untuk Belajar "Melihat" dengan lebih Jernih.
"Melihat Wanita" Sebagai "Manusia" dengan berbagai macam gaya, karakter, pekerjaan, bagaimana ia mengungkapkan ide dan gagasannya, permasalahan hidupnya, dan Hal hal Manusiawi lain yang dimilikinya tentu saja akan membuat kita bisa berinteraksi dengan lebih Tulus, lebih Alami dan tentu saja lebih Manusiawi.
Belajar Memahami Kehidupan adalah Belajar Melihat segala Sesuatu Apa Adanya, bukan belajar Berilusi dengan hal Eksotis dan mengikuti Halusinasi dengan berbagai macam hal Mistik, Terkoneksi dengan Spirit atau dewa dewi, Merasakan Energi ini dan itu, dan Berbagai macam Rangkaian Cerita yang kita Susun di Pikiran yng kemudian menjadi Ambisi atau Khayalan yang di bangun menjadi Delusi.
Dengan Melihat Segala Sesuatu Apa Adanya diri akan Menyadari dan Mengalami Bahwa yang melihat di diri Bukan Mata, karena Mayatpun punya mata tapi tidak memiliki lagi kemampuan untuk Melihat.
Sejatinya yang melihat di diri adalah yang Maha Melihat....
Bangunlah.... Melihatlah Dengan Benar..... 
GAMBARAN TUHAN
Tuhan di Gambarkan dengan Cerita dan Gaya yang berbeda di Berbagai Agama dan Ajaran Spiritual. Tapi ada Substansi penting yang selalu ada dalam setiap cerita mengenai Tuhan, yaitu Tak ada yang Serupa dengan Dia.
Tak ada yang serupa dengan Dia hanyalah Berarti Semua yang ada adalah Dia, adalah PengejawantahanNya. Ketika kita menempatkan Tuhan didalam diri atau diluar diri, Sejatinya kita sedang membagi sesuatu yang Seharusnya UTUH dan ESA.
Ketika kita menolak Kejahatan, Keburukan, Musibah dan Bencana dan Hanya Mau menerima yang Baik baik dan Membahagiakan saja, Sejatinya kita Sedang MENOLAK TUHAN.
Hakikat dari CINTA adalah Memeluk dan Menerima Semuanya tanpa Sebiji Dzarrahpun Penolakan... Hidup dengan Pintu yang selalu TERBUKA... Karena Pikiran, Nafsu dan Ego akan selalu Memberimu Alasan Untuk MENUTUP PINTU.
Hanya dengan CINTA dan TERBUKA, diri akan Menyadari dan Mengalami Berdiri Sebagai Aliran Sifat Sifat Ketuhanan... Dirimu adalah DiriNya...
JALAN KEDALAM
Mereka yang belajar Ilmu untuk dapat Memahami apa yang ada di luar diri mereka seperti Psikologi, Marketing, Sosiologi, Astronomi, Astrologi, Fisika, Kimia dsb akan selalu Kehausan dan tak akan pernah merasa cukup karena akan selalu menemukan hal hal unexpected, Keterbatasan dan Misteri.
Tapi Mereka yang belajar untuk dapat memahami Dirinya Sendiri akan Mudah Mengetahui, Memahami dan Menerima apa yang ada diluar dirinya.
Masalah akan selalu hadir berganti ganti jika yang kita Cari Adalah Jalan Keluar. Belajarlah Mencari Jalan Kedalam, Karena Akar dari semua Masalah Ada Di Dalam.
Menyelamlah di Lautan Cinta yang Mengisi Ruang Dirimu... 



WANGSA SURYA
Surya adalah Sumber dari Kehidupan
Surya adalah Pengejawantahan dari Yang Maha Menghidupi bagi Bumi
Surya dan Cahayanya adalah Sang Hidup Itu Sendiri
Tanpanya... Bumi Mati
Bulan adalah Entitas yang Menghamba pada Bumi
Yang Bercahaya karena Cahaya Sang Surya
Ketika Bulan Terpapar Sempurna Cahaya dari Sang Surya, Cahayanya Sempurna... Purnama... Indah... Terang Bertahta Menyinari Gelapnya Langit Malam.
Dan Dirimu adalah Bumi
SADARI... Yang Menghidupimu adalah Matahari
SADARI... Cahaya Bulan tidak bersumber dari Dirinya
SADARI... Bulan adalah Hambamu yang Hadirnya untuk Menerangi Gelap Malammu dengan Cahaya dari Sang Surya
SADARI... Dirimu Adalah BUMI
SADARI... Dirimu adalah Anak dari MATAHARI, Sang Surya adalah Ayahmu yang adalah Pengejawantahan Agung dari Yang Maha Menghidupi untuk Bumi.
Dan Malam Ini Aku Menyadari... Wangsaku adalah Wangsa SURYA.
#Pesan Leluhur di Malam Purnama Hari Waisak.
Jalan untuk Mengenal Diri itu Emang Paradoks... 




Engkau Akan Sangat Berpengetahuan ketika Berproses untuk Tak Tahu Apa Apa... 




Alangkah Lucunya Menyadari ini... 




HADIR
Menikmati Saat ini penuh Perayaan tidak mudah untuk kita alami karena Kesadaran kita tidak terhubung dengan Saat ini... Kita tidak HADIR di saat ini.
Ada ideologi dari masa lalu berupa ajaran, dogma dan doktrin serta harapan akan masa depan yang kita inginkan atau ambisi yang membuat Kesadaran kita tidak bisa HADIR disaat ini karena kita tenggelam di Lautan Pikiran yang ada di Kepala.
Ada cerita indah di Buku Sadhana yang ditulis oleh Bapak Agung Agung Webe.
Seorang Master Zen berkata "Ketika saya makan, saya hanya makan, Ketika saya tidur saya hanya tidur, ketika saya bercinta saya hanya bercinta, ketika saya sedang berbincang dengan anda maka saya hanya berbincang dengan anda"
Seseorang yang mendengar ucapan sang master berkata "Tetapi bukankah tidak ada yang spesial dari itu? Semua orang melakukannya?"
Sang Master Zen tertawa "Jika semua orang melakukannya, semua orang menjadi Buddha, semua Orang tercerahkan"
Cerita yang sangat sederhana, saking sederhananya menjadi Buddha dan Pencerahan hanya dihubungkan dengan Makan, tidur, bercinta dan berbincang bukan dengan Pencapaian pencapaian Cakra, kundalini, LoC Kesadaran, postur Yoga, Kesadaran Kosmik dan Sejenisnya.
HADIR yang bagi saya Pribadi sebagai Pencapaian tertinggi hanya bisa dialami dengan menjadi Sangat Sederhana sampai Kata kata pun tak punya kemampuan untuk Menggambarkannya.
Hanya dengan HADIR, Diri bisa Totalitas Menikmati saat ini dan Merayakan Kehidupan.
IKHLAS
"Apa itu Ikhlas Kakek? Bagaimana agar kita bisa Membantu dan Memberi dengan Ikhlas?" Tanyaku ke Kakek tamparang saat kami ngopi berdua di pos ronda malam itu.
"Ikhlas itu saat engkau membantu atau memberi sesuatu kepada dirimu sendiri... itulah ikhlas...!" Jawab Kakek tamparang sambil tersenyum padaku.
"Jika ikhlas hanya bisa terasa jika memberi sesuatu kepada diri sendiri, berarti bantuan atau pemberian apapun yang kita berikan kepada orang lain tak akan pernah bisa ikhlas Kek? " Tanyaku memastikan.
"Jika pemberian engkau lakukan kepada yang lain itu tak akan pernah bernilai ikhlas akan ada rasa pamrih disana, engkau tak akan punya pamrih hanya jika itu engkau lakukan untuk dirimu sendiri. Memberi makan, memberi pakaian, membangun rumah, memberi jam tangan akan sangat ikhlas engkau berikan untuk dirimu sendiri... Bahkan engkau akan sangat ikhlas untuk membersihkan tai yang mengotori pantatmu setelah BAB... Hehehe" Kata Kakek tamparang sambil tertawa terkekeh kekeh.
Melihatku kebingungan, beliau kemudian berhenti tertawa dan menatapku tajam... tatapan yang selalu menghangatkan terasa di diriku, tatapan yang seakan membawa kami berada di alam lain yang lebih tenang, bukan di pos ronda ini lagi.
"Nak, jika engkau merasa dirimu adalah tubuh itu, engkau tak akan pernah bisa ikhlas. Tapi saat engkau merasa Esa dengan segala sesuatu, saat engkau merasa Dirimu adalah bagian yang utuh dari Kehidupan, saat Engkau melihatku dan melihat segala sesuatu sebagai Dirimu Sendiri... Saat engkau merasa diri itu Satu Sahaja, Esa, Utuh dan Abadi... Semua Ucapan dan Perbuatanmu akan Lahir dari Rahim Keikhlasan... " Kata kakek Tamparang Pelan, Lembut tapi terdengar Sangat Jelas.
Seketika sekeliling terasa hening, seakan ikut terdiam merenungi Kata kata yang baru diucapkan oleh kakek Tamparang... Sekeliling terasa utuh dan Esa, larut menyatu dalam Keheningan....
PALESTINA.....
Perang di Palestina tentu saja menumbuhkan Perasaan Persaudaraan sebagai Sesama Muslim yang Besar sehingga ada keinginan untuk membantu sebisa dan semampu diri. Keluarga kamipun melakukan apa yang bisa kami bantu untuk itu.
Tapi tentu saja ada hal lain yang juga berpotensi besar tumbuh tanpa kita sadari bahwa hal tersebut bisa memberi pengaruh yang tidak baik bagi diri. Kita bisa saja menumbuhkan KEBENCIAN di diri...
Dan Kebencian, Apapun Alasannya... ketika ia sudah tumbuh tentu akan mencari pelampiasan karena dia adalah energi yang bergerak atau Energi Motion (Emosi). Kita bisa saja tidak menyadari jika kita telah berprilaku buruk terhadap sekeliling, terhadap minoritas, bahkan bisa terhadap keluarga sendiri karena energi kebencian yang telah kita tumbuhkan yang menghijab kita dari hati yang selalu mengasihi dan menyayangi.
Maka melihat apa yang ada diluar diri kita dengan lebih jernih untuk menjaga rasa yang kita tumbuhkan di dalam diri tentu akan menjaga prasangka kita untuk tetap baik dan hidup dengan lebih selaras dengan lingkungan yang ada di sekeliling kita.
Sejatinya kita tidak ada kepentingan dengan Israel atau Palestina yang sedang berebut wilayah... Tapi kita memiliki Tugas untuk menjaga Diri dari Menumbuhkan Hal hal Negatif di dalam Diri.
Membantu korban perang dipalestina tentu saja adalah sesuatu yang sangat positif... mari melakukan apa yang bisa kita lakukan untuk mereka tanpa dikotori dan dinodai oleh Kebencian.
Semoga Cinta dan Kasih sayang selalu Membersamai kita Menjalani Kehidupan... 




PALESTINA.....
Ayat itu tercantum di Al Quran surah Al Maidah Ayat 2 yang menyebutkan "Dan jangan sekali-kali kebencian (kalian) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kalian dari Masjidil Haram, mendorong kalian berbuat aniaya (kepada mereka)" Tafsir Ibn Katsir menjelaskan kandungan petikan ayat ini: "Jangan sekali-kali kebencian kalian terhadap suatu kaum yang dahulunya pernah menghalang-halangi kalian untuk sampai ke Masjidil Haram yang terjadi pada tahun perjanjian Hudaibiyah mendorong kalian melanggar hukum Allah terhadap mereka. Lalu kalian mengadakan balas dendam terhadap mereka secara aniaya dan permusuhan. Tetapi kalian harus tetap memutuskan apa yang diperintahkan oleh Allah kepada kalian, yaitu bersikap adil dalam perkara yang hak terhadap siapa pun"
Ini menurut saya adalah Ayat yang memerintahkan kepada kita untuk berlaku adil kepada siapapun, karena di ayat ini disebutkan bahkan kepada mereka yang sangat engkau benci karena menghalangimu untuk memasuki baitullah jangan menghalangimu untuk tetap adil dalam berucap dan bertindak.
Untuk bisa adil tentu saja kita perlu melihat realita dan fakta secara detail sebelum berucap atau bertindak karena adil dimulai dari pikiran agar kita tidak dihijab oleh rasa benci. Saya hanya berbagi apa yang saya pahami mengenai kondisi di timur tengah agar kita bisa lebih utuh melihat apa yang terjadi di sana.
Saya pribadi tentu saja tidak setuju terhadap agresi, kekerasan dan kedzoliman yang dilakukan oleh pihak Israel, tapi juga saya tidak bisa menyetujui tindakan Hamas yang meluncurkan rudal rudal untuk warga israel karena keduanya adalah tindakan yang menimbulkan korban dan kerugian bagi kemanusiaan.
Kita bisa melihat bahwa kondisi ini menguntungkan bagi bisnis persenjataan, bisa saja Hamas ditunggangi agar terus memberontak sehingga israel tetap mengucurkan dana yang besar untuk militer dan pertahanan negara belum lagi dengan informasi munculnya miliarder baru dan tingginya kekayaan petinggi Hamas yang tinggalnya di Doha Qatar dan menjadikan Rakyat sipil dijalur gaza sebagai tameng dan umpan mengeruk kekayaan untuk meminta bantuan yang nilainya semakin meningkat seiring dengan semakin intensnya konflik di jalur gaza.
Semoga dengan melihat banyak sudut pandang dan informasi kita bisa lebih jernih melihat apa yang terjadi dipalestina dan tetap bisa adil dalam berpikir tanpa dinodai oleh kebencian.
Pandangan saya Pribadi, kita harus mendukung Agar Palestina Secepatnya Memproklamirkan Kemerdekaan yang telah lama Di Perjuangkannya dan Mendapat Pengakuan Internasional sehingga Konflik di Tanah Palestina bisa segera Berakhir sehingga tidak ada lagi Korban dari Pihak Sipil yang dirugikan baik dari Palestina ataupun Israel.
DAKWAH
Banyak yang Mengira bahwa Dakwah itu dengan Menyampaikan Ayat dan Ilmu dengan Kata kata...
Saya kemudian memahami bahwa dakwah itu dengan tauladan dan perbuatan...
Hingga akhirnya mengalami bahwa Dakwah itu dengan HADIR...
Bahkan Diam dan Tawa akan Jadi Pemahaman yang Luar biasa jika diri benar benar HADIR...
HADIRLAH saja... Engkau akan Memahami dan Dimengerti... 
CINTA
Cinta selalu di identikkan dengan Kebahagiaan, Ketulusan, Penerimaan, Blessing, dan Berbagai Hal Positif lainnya...
Tak ada yang mengidentikkan Cinta dengan Kemarahan, Kekesalan, Kejahatan, Keburukan dan berbagai Hal Negatif lainnya...
Bagiku, Cinta tak hanya Menari dengan Wajah yang Indah... Seberapa banyak tarian Bahagia yang tercipta maka Tarian Duka Nestapa juga terwujud ditempat lain dengan jumlah yang seimbang... Maka Derita juga adalah wajah lain dari Tarian Cinta.
Hanya saja Pikiran telah Menghijab Kesadaran untuk Melihat Cinta sebagai sebuah Keutuhan.....
Sejatinya, Semua yang Bergerak di Semesta Kehidupan adalah Tarian Cinta Semata, yang Meliuk sempurna dalam Berbagai Wajah... Karena Memang Begitulah Cinta...
Saksikan saja Tariannya dan Rayakan Penyaksianmu... Love Is You... 





BERGERAKLAH
Bergeraklah... Berkaryalah... Bekerjalah... Karena Jasad itu adalah Bagian dari Materi yang memang Harus selalu Bergerak... Rayakanlah Kehidupan.
Yang Harus Diam dalam Penyaksian itu Rasamu...
Jangan Dibalik, Rasamu yang bergerak ke sana kemari, baper ini baper itu, Ngrogo sukma ke alam ini dan itu, Mikirin Masalah ini Masalah itu, Nerawang ini itu, Meramal dan Berprasangka macam macam... 

Dan Jasadmu malah Rebahan di Tempat Tidur atau Bersemedi di dalam Kamar atau mengasingkan diri ketempat sepi.... Ya Remuk Hidupmu... 


Selamat Beraktifitas.... Jangan lupa Bawa Cinta dalam Setiap Aktifitasmu.... 




MARYAM
Habis nyalain Air dikamar mandi karena Bak Air Kosong dan mau nyuci pas ke depan mau buang sampah ngelewatin si Maryam yang lagi main, dia menoleh dan menatapku tajam kemudian Ngomong;
"Ayah, kalo kasi jalan air jangan ditinggal, nanti tumpah tumpah ayah tidak liat... !!!"
Wahai Manusia! Bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki laki dan perempuan yang banyak. Bertaqwalah kepada Allah yang dengan namaNya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.
Quran Surah ke 4 An Nisa ayat 1 Halaman 77.
Masjid Ikhtiar Kampus Univ. Hasanuddin
Tanggal 7 Mei 2021
Jika Eksistensi diri begitu kuat di Pergerakan Materi... Akan Sulit bagi diri untuk bisa Bergerak Harmonis bersama Aliran yang Menghidupi Semesta.
Jika Jasad ini terikat di begitu banyak hal dalam Menjalani Realitas Materi... Akan Sulit untuk bisa Menari Bersama Cinta.
Bukan tentang Bagaimana Diri Jasad ini bergerak dalam Kehidupan, tapi Apakah Dirimu yang lain tetap Diam dalam Penyaksian?
Katika yang bergerak di dirimu hanya Jasadmu... Sejatinya, Dirimu sudah ESA...
#Lompatan Lailatul Qadar Semalam.
Kata Pak Ustad Puasa adalah Ibadah yang Hanya kita dan Allah yang Tahu..... Hanya ibadah puasa yang seperti itu.
Semua ibadah akan baik jika diniatkan Seperti itu, Kita Merasa Cukup Hanya Allah yang Tahu, tidak merasa Perlu diketahui juga oleh Manusia.
Maka ada ustad yang bilang Riya itu Syirik yang tersembunyi, Engkau tidak Cukup dengan Hanya Allah saja yang Tahu Kebaikanmu... Engkau merasa Perlu Orang lain juga tahu. Ketika perasaan ini ada di diri saat melakukan Kebaikan, sesungguhnya Nilai Kebaikan dari apa yang kita lakukan sudah Diambil Setan... 




#Ajaran Kebaikan
RAMADHAN
Kata Ramadan berasal dari akar kata bahasa Arab ramiαΈa atau ar-ramaαΈ, yang berarti panas yang menghanguskan atau kekeringan. Di bulan ini Panas matahari mencapai puncaknya sehingga tentu akan berpengaruh pada sifat panas yang ada di diri, emosi akan sangat mudah tersulut di bulan ini. Maka dalam ajaran Islam Bulan Ramadhan adalah bulan untuk Menahan atau Berpuasa, kita berusaha berjarak dengan Jasad agar pengaruh panas dari Matahari bisa diminimalkan... Tentu saja hal ini juga untuk Kebaikan Diri kita Semua.
Sering sering mengunjungi Masjid atau Bait Allah di Diri, Mentadabburi Al Quran atau Firman Allah agar diri tetap dingin dan sejuk... Diri bisa tetap Asyik berinteraksi dan merayakan kehidupan di Bulan yang Panas dan Menghanguskan ini.
Matahari yang dilangit akan Terasa Panas bagi Jasad... Tapi Matahari di Diri akan Menyejukkan dan Menenangkan, Ambil jarak dari Matahari yang Menyinari Jasadmu dengan berpuasa dan Menahan diri dan Berbahagialah dalam Naungan Cahaya Matahari Cinta di dirimu... Karena Kedua Matahari itu saat ini Sedang Bersinar Terang.
Lailatul Qadar...
Lailatul Qadar ini biasa juga di namai malam seribu Bulan... kalo dikonversi ke tahun jadinya kurang lebih 83 tahun. Ini adalah satu siklus Kehidupan sebagai Manusia... Kata Kakek Memulai Ceritanya.
Dalam satu siklus kehidupan harusnya banyak hal yang bisa manusia lakukan untuk memperluas kesadaran dirinya... kesadarannya sebagai jasad idealnya meluas untuk mengenali kesadaran yang menggerakkan jasadnya yaitu kesadaran sebagai Energi, kemudian sebagai Mind yang diselimuti Ruang dan Waktu tempat energi dan materi bertransformasi, kemudian sebagai Kesadaran yang menanamkan Informasi atau Bersabda di setiap bagian terkecil sampai bagian terbesar dari Kehidupan, dan Kesadaran yang jauh lebih halus lagi sampai ke Kesadaran akan Kekosongan atau apapun sebutannya.
Lompatan Kesadaran ini yang saya Pahami sebagai Malam Lailatul Qadar... Lompatan yang dilakukan dimalam hari yang bermakna terjadi didalam diri sendiri. Lompatan Kesadaran ini kita lakukan di tingkatan tingkatan kesadaran yang eksist didalam diri kita sendiri. Maka orang orang yang kesadarannya istiqomah mengalami lompatan akan menjadi semakin Asing ditengah masyarakat yang hidup sebagian besar masih dengan Kesadaran Jasadnya... Inilah makna Kalimat Rasul "Umatku adalah Golongan yang Asing".
Bagaimana tidak asing ketika sebagian besar Orang hidup untuk Mendapatkan apa yang ada diluar diri untuk diberikan kepada dirinya, memberi ego dan nafsunya makan denganberbagai Kenikmatan semu termasuk Surga dan Nirwana, Menumpuk harta, jabatan dan Istri... Mereka malah hidup untuk melepaskan Kemelekatan dengan itu semua, karena mereka menyadari jasad hanya bagian kecil dari dirinya sehingga semakin luas kesadaran diri yang mereka miliki kehadiran mereka akan dimanfaatkan untuk semakin banyak berbagi... tentu saja apa yang mereka bagi bukan hal hal material lagi karena lingkaran kehidupan mereka tidak berada di putaran pengaruh Materi lagi... Mereka Menemani dan Berbagi cerita tentang Lompatan Lompatan yang dilakukan di Malam Gelap Gulita untuk semakin mengenali Diri sendiri... Kata Kakek mengakhiri Ceritanya.
Saya tak mengerti apa yang kakek itu Katakan... Tapi Sepertinya Kakek itu mengatakan Sesuatu yang Penting untuk Aku Pahami...
#Obrolan Lailatul Qadar
TAU RATEA
Lumu nyawa na Lumu Pakmaik
Lomo lomoi akkaraeng ri paranna Rupa Tau
Kana kananna Appaka dinging dinging ri ati
Panggaukanna Appaka Lompo Nyawa Baji
Tena Larrona, Tena Susahna, tena erangngang nyawa kodi ri batang kalenna...
Takmuri muriji na Kakkala Tallasa'na Na Lompo Pammasena...
Sannaki terasa'na ammenteng ri Kabajikang
Ammempo Rawai ri Paranna Rupa Tau
Mingka ri Sesena Batarayya, Ratei Empoanna.
Iyami antu Sitojeng tojenna TAU RATEA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar