Nak, rumahmu ada didalam dirimu... selalulah berada di dalam rumahmu terlebih dahulu sebelum berucap dan berbuat agar setiap ucapan dan perbuatanmu terhubung dengan Realita, dengan Kenyataan , engkau hadir di Kasunyatan.
Selalulah menyadari bahwa tempat terbaik untuk memulai adalah Rumahmu... Selalulah eling akan apa yang menggerakkanmu untuk berucap dan bertindak, karena bagian dari Roda Kalacakra yang bernama Dunia, Akhirat, Nafsu, Ambisi, Ego, Ideologi, Dogma, Doktrin dan Sejenisnya tak akan henti hentinya menggoda, memanggil, dan memaksamu untuk meninggalkan Rumahmu... Waspadalah, Karena dualitas akan menghempas dan menyesatkanmu sampai engkau tak tahu lagi Rumahmu ada dimana, sampai engkau lupa dimana jalan kedalam karena hidupmu disibukkan untuk mencari jalan Keluar....
Pintu Kematian yang Tertinggi ada di Dalam Dirimu.... Tempatnya di dalam Rumahmu.... Pulanglah dan Selalulah Kembali.... Karena Rumahmu satu satunya tempat yang selalu Ada untukmu, Tempat yang tak pernah jemu menunggumu Pulang.... 





KEBAHAGIAAN SEJATI
Kebahagiaan Sejati dialami ketika Dualitas Runtuh... Apa maksudnya?
Dualitas runtuh ketika kita berhenti memberi label terhadap apa yang dihadirkan kehidupan... kita berhenti menamai bahwa ini derita, itu bahagia, hal ini menyenangkan, kondisi ini menyedihkan, atau kondisi apapun yang kita alami... kita tidak memberinya nama, arti, makna, atau label... tanpa identifikasi atau pelabelan... dualitas runtuh...
Diri hanya hadir totalitas mengalami penuh ketulusan dan penerimaan.
Hambar dong??? Tentu saja hidup yang hambar akan menjadi pintunya... akan ada pilihan di posisi ini... Menerima Hidup yang Hambar atau Kembali berselancar dengan Pikiran beserta penilaian dan pelabelannya untuk hidup yang lebih hidup... 




Wali yang dianggap jadzab, berperilaku seperti itu karena gak kuat hidup Hambar... 



ALAMI LAH...
Pergerakan alami dari semesta kehidupan adalah bertumbuh dan berkembang... Maka diri yang bisa selaras dengan pergerakan alami kehidupan adalah pribadi otentik yang menyadari dirinya dan menari penuh penerimaan atas apapun yang dihadirkan oleh kehidupan.
Kehidupan tak akan menerima para peniru, mereka yang meniru para pembawa ajaran apapun, peniru para master spiritualis aliran apapun, peniru Orang sukses dibidang apapun sebenarnya sedang mencari tempat yang sudah terisi, apalagi jika sosok yang ingin ditirunya adalah pribadi yang sudah wafat, sejatinya si peniru sedang mencari tempat yang sudah tak ada... tempat yang sudah hilang ditinggalkan oleh pergerakan dan perkembangan kehidupan. Kehidupan akan memukul dan menghancurkan sampai diri menyadari posisi sendiri dalam kehidupan.
Sejatinya kehidupan menyediakan tempat khusus untuk setiap makhluk yang dihadirkannya ke dunia... tempatilah tempat yang disediakan kehidupan untuk diri, bukan malah mengidam idamkan tempat orang lain... hadirlah untuk berkembang lestari bersama kehidupan... hiduplah tulus berserah pada setiap panggilan dari realita atau kenyataan... hanya dengan begitu jasadmu dikatakan hidup dalam kehidupan... 



#Sang Surya
Kualitas kehidupan ditentukan bukan oleh apa yang engkau miliki dan dengan siapa engkau melaluinya...
Tapi oleh seberapa Totalitas kita hadir menjalani dan Seberapa intens kita hadir menikmati hidup.....
Habis menjemur dan lihat tempat jemuran untuk bajuku ternyata di dominasi warna merah, ada yang nyempil malah warna kuning... baru menyadari akhir akhir ini saya sering ngambil yang warna merah dan warna menyala dari lemari pakaian... padahal sebelumnya pakaianku di jemuran di dominasi warna hitam... 


Berita duka memang lebih sering menyapa akhir akhir ini... mungkin baju baju itu ingin menyampaikan bahwa pesan dari kematian sudah banyak, jadi saat saat sekarang bukan lagi waktunya mengingat mati tapi waktunya menyalakan semangat untuk hadir dalam kehidupan... Semoga kita semua Sehat segar waras penuh perayaan... 


(Covid lagi Parah...)
Setelah Urusan tesis selesai... Beralih ke urusan selanjutnya... Bersihkan Coretan Maryam di Dinding dengan Ampelas dan Mengeruk tembok yang retak retak...Besok di aci ulang, selanjutnya di Cat... 


Kehidupan selalu memanggil untuk Menari, kalo hidupmu Membosankan berarti engkau kurang Peka Ki Sanak.... Hadirlah.... Hiduplah....
Anak kecil ini pernah bikin bengong ibunya saat pulang dari Mall dan bilang "Ibu, nanti kalo besar saya mau jadi seperti tante tante yang dimall."
Tante yang mana? Tanya ibunya. Tante yang dikasi uang sama Ayah baru bisa lewat Motor... Banyak uangnya ibu, duduk duduk saja dikasih uang... 


MERDEKAKAH KITA???
Sambil Minum Kopi didepan rumah pagi ini, Merenung Penuh Syukur betapa diri telah diperjalankan sampai diposisi ini, Betapa Pikiran telah Bertransformasi dan Berevolusi beberapa kali..... Rasa sebagai Orang yang Bisa mengecap Merdeka dari Pikiran adalah Nikmat yang luar biasa... Nikmat Merdeka yang sejati...
Tak lama setelah saya menyunggingkan bibir tersenyum penuh rasa syukur, Maryam lewat dan menengok ke Gelas kopi dan piring kue yang telah kosong... Dengan suaranya yang tegas, dia sedikit berteriak " Ayah, itu gelas sama piring kotor bawa ke dapur ke tempat cuci piring" 


Saya seperti dihempaskan ke Realita bahwa Kamu Gak Semerdeka itu Kisanak... 



MUNGKINKAH LOLOS DARI MUSIBAH PANDEMI … ?
Syahdan …
Dua orang peneliti, Elizabeth Kubler Ross dan Barbara Ann Brennan terheran heran. Kadang ada pasien yang sudah ada di ICU, dan dinyatakan tak tertolong karena komplikasi sakitnya sudah kelewatan, serta sisa umurnya sudah bisa diprediksi. Untuk beberapa kasus bisa lolos dan tetap hidup.
Padahal mereka ini sudah mengalami kegagalan organ berganda secara akut ( komplikasi ). Tak jarang organ-organnya sudah mengalami kematian biologis. Hanya tinggal menunggu waktu untuk disusul kematian klinis, yaitu berhenti berfungsinya organ jantung, paru-paru dan otak.
Ajaibnya, terdapat beberapa kasus, dimana sakit parahnya bisa sembuh kembali. Ada yang memakan waktu lumayan panjang. Tapi ada juga yang pulih dalam semalam . Malamnya sakit komplkasi parah, dan besok paginya sembuh total. Brennan yang diakui sebagai “aura reader” kelas dunia mengatakan bahwa aura mereka yg semalam sudah ancur2 an. Paginya menjadi normal. Bahkan “its like a new one”. BEnar benar baru, bercahaya sehat, kayak masih diplastikin saja.
Akhirnya mereka berdua, selama ber tahun-tahun secara masing-masing membuat penelitian tentang kasus ini di ICU Rumah sakit. Hasilnya sama, bahwa setiap pasien, saat dikenai oleh sakit, akan mengalami tahapan proses-proses . Baik menuju penyembuhan, atau semakin gawat, menuju kematian organ biologis, lalu disusul oleh mati secara klinis.
Tahapan proses penderita sakit sbb :
1. DENIAL.
Alias menolak dengan realitas yang ada serta terjadi. Waaah berita bohong, mana mungkin saya sakit. Sebuah penolakan bahwa dia sesungguhnya sakit
2. ANGER.
Menolak sakit, tidak membuat seseorang menjadi kebal penyakit, serta sembuh dengan sendirinya. Ujungnya dia marah dan uring-uringan sendiri. … Sialan, damn, kok bisa-bisanya gue sakit !, begitu pikirnya
3. BARGAINING.
Menolak atau hanya sekeda marah-marah, tidak menyelesaikan masalah. Kecuali jika dia mulai dengan tindakan nyata. Seperti mulai berobat contohnya. Sebuah proses transaksional, gue berubah mau berobat, jadi mestinya gue sakitnya baikan, atau sembuh mendadak sekalian.
4. DEPRESI.
Ini adalah tahapan paling menyebalkan. Dia sudah berubah, sudah berusaha, sudah berobat, namun kesembuhan yang diharapkan tak kunjung datang juga. Kita seringkali lupa, penyakit sesungguhnya adalah tumpukan dari proses komplikasi selama tahunan, sebelum dia muncul menjadi penyakit fisik biologis. Kita berharap sembuh dengan sekejap, padahal sakit itu sendiri merupakan proses yang memakan waktu bertahun tahun.
Ahirnya, dia terjebak dalam looping. Kembali lagi ke proses awal, dalam bentuk denial, lalu marah-marah, dan mencoba berdamai. Tapi kemudian dia kembali depresi, sehingga berubah menjadi penyakit yang akut serta kronis.
5. ACCEPTANCE
Proses penyembuhan yang sesungguhnya, yaitu saat kita tdk terjebak dalam depresi dan looping mental. Namun harus mulai masuk ke tahap ke 5, yaitu acceptance. Sebuah kondisi kejiwaan dimana kita menerima semua ini dengan penuh pemahaman yang berujung pada hikmah pembelajaran kognitif afektif.
Menerima kenyataan tanpa mengelak dan mencari kambing hitam. Karena tak semata mata Tuhan menciptakan sebuah realitas, baik suka maupun duka, kecuali hanya untuk pengembangan dan pendewasaan kesadaran manusia saja, sehingga tingkat kesadarannya naik semakin tinggi
6. RE BIRTH
Sejak fase ke 5, buah dari penyerahan kesadaran, serta pergantian cara pandang paradigmatik yang lebih terbuka. Membuat kita merasa seperti manusia yg dilahirkan kembali, seraya menjadi manusia manusia baru, dengan pemahaman yang baru serta positip dalam menghadapi hidup dan kehidupan ini.
7. CREATING A NEW LIFE.
Kesadaran baru, pemahaman baru, sikap mental emosional sosial dan professional yang baru, seraya membangun system yang juga brand new. Kita dipulihkan dan kembali pada sang fitri, dimana kita seharusnya berada. Lalu sang penyakit parah, yang Nampak tak tertolongpun bisa hilang musnah, menyisakan tubuh dan kesadaran yang pulih dengan ke diri annya ( eigen value ).
Itu adalah proses yang terjadi pasien-pasien yang mengalami sakit parah, bahkan secara medis biologis sudah tak mempunyai harapan hidup. Tetapi seperti tulisan diawal, dokter juga manusia. Sehingga prediksinya bisa saja lolos tak tepat. Pasien pasien gawat darurat ini, seolah mengalami keajaiban dan lolos dari jebakan maut sang penyakit.
Ummat manusia di dunia saat ini mengalami pandemi hebat. Mereka dikelompokan dalam wilayah dan negara-negara. Sehingga kelompok ini bisa dianggap sebagai sebuah individu kompleks. Yang juga mengikuti tahapan proses seperti yang dituangkan oleh kedua peneliti diatas
Mari kita cermati.
Saat virus berbahaya ini mulai merebak, perlahan mulai menutupi cakupan local, regional lalu global. Lalu reaksi nya adalah :
1 . DENIAL
Yang paling terkenal tentu Trump, sang mantan presiden amrik. Dia mengoceh, oh itu kan virus cina, hanya buat orang cina dengan nada nyinyir. Dia menolak untuk bersiaga, seperti yg diminta oleh staf kesehatan publiknya sendiri. Lalu New York jadi episentrum covid di amrik. Menyebar ke 34 juta rakyatnya, dan sudah membunuh lebih dari setengah juta jiwa.
Di negeri ini, coba baca berita di medsos. Mulai dari kelas abal-abal, sampai yg dicelotehkan oleh kelas doctoral. Covid hanya masalah bisnis obat vaksin. Covid adalah konspirasi dunia. Covid terkait dengan isu geo-politik. Beberapa ustadz bahkan mengatakan bahwa covid memang diciptakan untuk membunuh umat islam. Baik untuk melenyapkan nyawanya, atau meng eliminir akidahnya.
2. ANGER
Kemarahan adalah reaksi berikutnya, yaitu ketika penolakannya ( denial ) tak membuat sang covid lenyap dari muka bumi. Entah sudah berapa ratus, berapa ribu, tenaga kesehatan kita, sejak dari perawat sampai dokter ahli / spesialis harus gugur di medan tempur. Namun fakta-fakta itu tak pula menyurutkan syahwat emosionalnya.
Seorang ulama di jatim, saat ditegur di jalan karena tak memakai prokes, malahan balik menantang. Seraya berucap, covid itu hanya bagi mereka, orang-orang munafik saja. Begitu katanya.
Pak Doktor ekonomi ber sungut-sungut. Negeri ini bakal runtuh jika terus menerus melakukan pembatasan sosial. Pak ulama uring uringan saat mudik lebaran dibatasi. Bahkan idul adha yang bakal kita jalani kelak.
Ilmu dan agama, bukan di persepsi dengan akal-logika dan akal-budi. Namun oleh ego dan syahwatnya sendiri. Persis kata seorang anggota DPR tahun lalu, yang dengan jumawa mengatakan lebih baik bayar denda 5 juta ketimbang harus di vaksin. Termasuk bayarin denda anak cucu dan mantunya. Jika perlu gue jual mobil. Itu kan masalah HAM, konon begitu katanya.
3. BARGAINING
Tingkah denial, seolah hidup dalam gelembung ilusi. Demikian pula anger, marah dan uring2 an menyalahkan dan nyinyir kian kemari, sama sekali tak akan membuat sang covid berhenti menyantap korban-korban berikutnya, yang saat ini sudah lebih dari 3 juta di seluruh dunia, dan lebih dari 60.000 orang di negeri ini.
Akhirnya sikap bargaining yang diambil. Lalu orang semakin sadar untuk segera di vaksin. Okay, okay, okay, sekarang kami berubah, dan siap mematuhi segala prokes, agar ummat manusia secara global bisa diselamatkan. Lalu antrian mengular di puskesma. Bukan hanya vaksin, tapi juga di test swab, PCR dsb.
Orang kebanyakan menjadi lebih tahu tentang manfaat dari system isolasi, system pembatasan, dan mereka yang bertingkah fatalis, sok jago dan sok nekad menjadi bulan-bulanan bulian di medsos.
4. DEPRESI
Namun apa hendak dikata. Seringkali langkah yang kita ambil selalu tertinggal selangkah dari sang covid. Munculnya varian-varian hasil mutasi terbaru, dibeberapa daerah tertentu membuat system kesehatan masyarakat kita nyaris kolaps.
Di perkotaan, coba pasang kuping. Sirine ambulans terdengar sekian menit sekali. Suasana mencekam saat ratusan , ribuan saudara2 sebangsa terpaksa kuburannya pun digali oleh beko. Karena petugas penguburan sudah sedemikian lelahnya. Selelah para pejuang terdepan melawan covid itu sendiri. Mereka sering terpaksa menggeletak begitu saja, di koridor2 Rumah sakit, hanya untuk melepas kepenatan diri yang sudah lebih dari setahun ini, menggerogoti setiap gairah untuk tetap hidup dan bertahan.
Lalu, sekian orang tak mampu bertahan. Mereka kembali melakukan denial, anger dst. Terjebak dalam mental looping, dengan bumbu kemarahan yang semakin memuncak. Padahal penolakan dan kemarahan tak pernah menghasilkan apapun. Kecuali bagi mereka, segelintir kalangan oportunis yang haus dengan kekuasaan, dan terobsesi dengan kekacauan di negeri ini.
5. ACCEPTANCE.
Penyembuhan sesungguhnya, justru dimulai, ketika kita mau move on, menapak pada fase acceptance. Seraya menerima semua realitas dan kejadian didepan mata, lalu menanggapinya dengan proporsional.
Beberapa saat yang lalu, ketika saya beristirahat sejenak saat menulis artikel ini. Sengaja pergi ke sekre Jana Buana. Sejumlah anggota berkumpul, plus dari kalangan simpatisan dan relawan bencana. Mereka sedang mengoplos bibit cairan disenfektan dalam drum besar , lalu dituangkan kedalam jariken kecil 2-3 literan.
Berapa rencana disenfektan yang mau dibuat ? … tanyaku serius
Sekitar 1000 liter kang, lalu dimasukan kedalam jeriken plastik 2-3 literan untuk dibagikan kepada masyarakat, sahut mereka tak kalah seriusnya ( foto )
Alhamdulillah, karena aku tahu, setidaknya sudah lebih dari 6000 liter yg mereka buat, ditambah sekarang 1000 liter lagi. Dan besok siap dibagikan ke wilayah yang sudah memesan dan meminta bantuan.
Itulah acceptance … yaitu menanggapi semua realitas dan kejadian dengan proporsional. Bukan bertingkah nyinyir dan fatalis, seraya menjadi trouble maker yang bisa mencelakakan banyak orang. Namun sebaliknya, justru menjadi seorang PROBLEM SOLVER. Dengan catatan, bahwa usaha apapun yang dilakukan, namun semua hasil dikembalikan pada sang Penguasa Alam . Seraya berserah diri ( accept ) pada semua ketentuan Nya. Namun posisi dirinya sudah jelas … We are the problem solver, we are spreading the creativity, anthusiasm and positive energy to all peoples. Serta dijauhkan dari karakter seorang ANTHUSIASM KILLER.
6. RE-BIRTH
Menjadi manusia manusia baru, dengan sikap dan pandangan paradigm baru. Bahwa bahkan hidup dan matipun menjadi tak lagi penting. Karena yang terpenting adalah kualitas sebuah kehidupan, dan jikapun harus mati, tetaplah mati dengan berkualitas pula.
Bahwa survival of the fittest, atau kemampuan seseorang untuk bertahan hidup, bukan ditentukan oleh sikap ignorant bin cuek-bebeknya, bukan oleh pelototan matanya, bukan oleh ketajaman dan kenyinyiran lidahnya. Arti Fitest itu adalah … the most adaptable. Hanya mereka yang mampu beradaptasi lah yang akan bertahan. Sedang yang nekat dan fatalis, hanya tinggal menunggu waktu saja ….
7. CREATING A NEW LIFE
Memahami seluruh system kehidupan dengan lebih holistik, sistemik dan organismik. Bahwa semua itu berbasis pada harmoni alam semesta jua. Semua itu harus dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu, dengan memelihara budaya atensi, simpati dan empati. Lalu jaring-jaring silturahim akan terbentang, dimana semua rejeki dan kesehatan diri bersumber. Bukan hanya ditingkat individu, namun juga di masyarakat , bangsa , bahkan ummat dan seluruh pengisi alam semesta ini.
Kembali pada diri kita masing masing, guna positioning.
Apakah menjadi motivator yang mengajak pada kebaikan, pencerahan dan penyembuhan.
Ataukah keukeuh menjadi provokator, yang ujungnya hanya memecah bangsa, menghapus tali silaturahim, dan muranya adalah bencana kemanusiaan bagi keseluruhan …
Its our own choice
That we have to choose
If not,
Then The choice, will choose you
and ... All is up to YOU
Yat Lessie
HADIRLAH
Apapun yang dituliskan atau dikatakan, itu hanyalah Konsep...
Tentang Apapun... Dan Semua Konsep itu Sejatinya Mati...
Lalu Apa yang Hidup???
Yang hidup adalah yang Menjalani Apa yang Konsep itu Katakan.
Yang Hidup adalah yang Mengalami Apa yang Konsep itu Tuliskan.
Tapi jika diri hanya Menjalani dan Mengalami Konsep... Bukankah itu Juga Mati? Karena Bukankah Semua Konsep Mati?
Jalani dan Alami Kehidupan...
Peluk
Setiap Panggilannya... Hadirlah... Hiduplah... Dan tentu saja status inipun hanya menuliskan konsep...


HADIR
Hadir itu Sangat teramat Sederhana Sekali...
Saking Sederhananya, tidak banyak orang yang bisa mengalaminya.
Identifikasi, Memori, dan Pengetahuan telah menjadi Beban besar dipunggung yang membuat kita tetap terikat pada Rasa yang sudah lewat dan tak terhubung lagi dengan Realita.
Nafsu dan Keinginan, Angan angan, Ambisi, dan Keserakahan... Telah menjadi Tembok Besar yang menjadi Penghalang untuk bisa Hadir di Realita.
Beban itu ada karena diri sendiri yang menaikkannya ke Punggung.
Tembok itu Menjadi Besar dan Kokoh karena diri sendiri yang Membangun dan Merawatnya.
Dengan Beban di Punggung dan Tembok Besar dihadapan, Hidupmu Ilusi Kawan...
Jatuhkan Bebannya, Runtuhkan Temboknya... Hadirlah Kawan... 



Keseriusan mempersiapkan hidup sering membuat kita lupa untuk hidup...
Bentuk rasa syukur tertinggi atas Anugerah Kehidupan adalah Hadir dan Hidup dalam Kehidupan...
Sudah Hadirkah Kita Pagi Ini Kawan... ???
TAHAPAN KESADARAN
Tahapan kesadaran itu ada beberapa tingkatan nak, kata Kakek memulai wejangannya.
Ketika ketertarikanmu masih berasa di alam ilusi dan halusinasi, atau alam apapun yang hanya eksist dipikiranmu saja, dirimu belum memiliki kesadaran penuh sebagai manusia. Engkau masih harus banyak belajar untuk menerima bentuk kehadiranmu sebagai manusia karena sebagian besar energi kehidupan yang diberikan kepadamu tidak engkau gunakan untuk hidup sebagai manusia, engkau malah banyak habiskan untuk eksist dan menghidupi alam pikiran.
Ketika ketertarikanmu berada pada pencapaian pencapaian kenikmatan material seperti harta, tahta, jabatan, ketampanan, wanita atau pria atau hal material apapun itu kesadaranmu sudah lebih baik. Engkau sudah sadar hidup sebagai manusia, engkau sudah menjalani kehidupan yang benar sebagai manusia.
Kesadaranmu menjadi lebih baik ketika ketertarikanmu berada pada implementasi sifat sifat yang mulia dan terpuji. Ditahap ini kesadaranmu sudah melampaui kesadaran manusia, digambarkan dengan nama yang berbeda di berbagai Ajaran, sebagai Malaikat, dewa dewi, surgawi, nirwana, dan hal hal sejenisnya yang menggambarkan Keindahan dan Kebahagiaan. Sebagian besar ajaran spiritual dan agama mengajarkan Manusia untuk hidup dengan kesadaran ini... Bisa dikatakan kesadaran ini adalah Kesadaran Cinta.
Berarti kesadaran cinta inilah kesadaran tertinggi yang bisa manusia alami Kek, ya?
Masih ada Kesadaran yang merupakan ujung terdalam yang kakek ketahui mengenai Tingkatan Kesadaran ini...
Wah, kesadaran apa yang menjadi ujung terdalam dari tingkatan tingkatan kesadaran Kek? Apakah itu kesadaran sebagai Tuhan, Kek?
Kakek terkekeh ketika saya menyebut kata Tuhan... kemudian mengatakan "Diujung kesadaran Cinta memang akan terjadi dua Cabang... dan Tuhan adalah Salah satu Cabangnya... Tapi Tuhan hanya akan membuatmu terjatuh lagi Ke Alam Pikiran, engkau harus belajar lagi Menjadi Manusia jika menempuh Cabang itu. Ujung terdalam dari Kesadaran yang saya maksud adalah ujung satunya lagi...
Wah, ternyata tidak mudah untuk memahami masalah kesadaran ini kek ya? Jadi diujung satunya lagi, Kesadaran seperti apa Ujung terdalam yang Kakek maksud itu?
Aduh, tiba tiba perutku mules Nak, Kakek ke belakang dulu ya? Ceritanya nanti aja kita sambung lagi....
Dapat Gelar M.Si sebagai Hadiah Ulang Tahun dari Kehidupan Hari ini... 




ADA BERAPA KAMBING PINKMU???
Hidup ini Alaminya agar kita Berkembang dan Bertumbuh Lestari....
Tapi Sering kita tidak menyadari kita dihambat untuk bertumbuh dan berkembang oleh Keyakinan yang kita miliki.
Ketika kita salah, khilaf, ceroboh, gak disiplin, males hingga kita terbelit masalah... kita punya Tuhan yang menguji, Setan yang Menggoda, Jin yang mengganggu, atau Ego yang membuat kita khilaf... kita punya banyak Pilihan kambing Pink untuk dihitamkan... 


Dan pembenaran itu menjadikan kita tidak belajar dari peristiwa tersebut, kita punya pelarian dari ketakutan untuk mengakui kesalahan yang kita lakukan... Kita yang menciptakan Masalahnya tapi Kita tidak Berani Mengakui Kemalasan, kesalahan, ketidak disiplinan, dan kecerobohan diri yang membuat masalah itu hadir... Lempar aja ke Tuhan, Setan, Jin, Atau Ego... Biar Mereka yang bertanggung Jawab... Apa yang kita Yakini malah membuat kita tetap Lelap tertidur... Tidak Hidup, tidak berkembang, Tidak Bertumbuh dengan Kesadaran yang lebih Baik dalam Menjalani Kehidupan.
Jadi, ada berapa Ekor Kambing Pink mu yang bisa Dihitamkan Kawan?
#ReminderMalam buat Diri
TUBUHMU
Tubuhmu adalah bagian dirimu yang paling Nyata... Tubuhmu adalah bagian dirimu yang membuatmu terhubung dengan banyak Sumber Kenikmatan di Semesta Kehidupan.
Tubuhmu adalah Bagian dari Kenyataan... Selaras dengan Tubuhmu adalah Pencapaian Tertinggi dari Kenikmatan dan Kebahagiaan.
Makan dengan Pola Makan dan Jenis Makanan yang Baik bagi Tubuh, Rajin Olahraga, Bernafas dengan lebih Lembut, Meminimalkan Kebocoran Energi Ke Pikiran dengan Gak Banyak Berfikir, Berkhayal dan Berangan Angan tapi selalu terhubung dengan Realitas akan Membuatmu Semakin Terhubung dengan Banyak Kenikmatan dan Kebahagiaan serta Semakin Tenang Menjalani Kehidupan... Begitu kata Para Bijak Bestari... 


Tidak ada komentar:
Posting Komentar