Kalo sekarang ditanya penting mana Mengenal Tuhan atau Mengenal Mekanisme atau Cara Kerja dari Pikiranmu... Saya akan Jawab Mengenal Mekanisme Pikiran.
Karena Tuhan nggak bisa Dikenal... Saya sudah bertahun tahun Mencari dan berusaha MengenalNya tapi emang gak ada Cara untuk bisa MengenalNya... 


Kenali Cara Kerja Pikiranmu, Hidupmu akan Lebih Hidup... 


KONSPIRASI
Konspirasi.... 

Saya sama rencanaku sendiri, seringkali gagal dan kalang kabut, apalagi merencanakan sesuatu yang melibatkan banyak orang dengan banyak faktor itu potensi gagal dan kalang kabutnya lebih besar lagi... Teori Konspirasi ini menarik bagi orang yang gak suka mikir dan Gak menyadari realita kehidupan, apalagi jika merasa hidupnya hanya berisi derita dan kekalahan... Dia punya cerita konspirasi untuk disalahkan dan dijadikan Alasan pembenaran derita dan kekalahannya...
Tentu saja konspirasi ini bukan untuk hal hal besar saja... saya kalo lagi sadar dan jujur melihat Ruang diri, ternyata sering bikin konspirasi untuk mendapatkan alasan untuk membenarkan ketidak mampuanku, membenarkan kekhilafan dan kecerobohan atau kemalasanku... 


Kampretnya... Cerita Konspirasi itu akan membutakan kita melihat realita, kita jadi tidak terhubung dengan kenyataan, kita jadi Abai untuk melihat dengan jernih hal hal yang perlu kita perbaiki karena kita sudah punya Kambing Pink untuk disalahkan... 


Manusia yang Baik itu Hidup untuk Membuat Karya bukan Membuat Cerita Konspirasi... 



LAMPU YANG ANEH
"Perhatikan aku dan berfikirlah... Renungkanlah aku "Tegur lampu itu ketika saya sedang menatapnya.
"Apa yg harus kupikirkan dan kurenungkan??? " Kataku cepat menutupi keterkejutanku.
"Untuk menyala aku harus terhubung dengan sumber listrik, Semua komponen tubuhku harus berfungsi dengan baik, dan harus ada aliran listrik yg mengalir dikabel yg menghubungkan aku dengan sumber listrik"
"Saya sudah lama mengetahuinya, itu bukan sesuatu yg perlu untuk saya pikirkan apalagi untuk direnungkan" kataku bangga seperti merendahkannya.
"Hakikatnya saya lampu dan kalian manusia tak jauh berbeda karena kalian juga adalah makhluk yg bisa memancarkan Cahaya... Hati kalian jika dia hidup maka Matahari akan malu karena silaunya" katanya tanpa terganggu oleh sikap jumawaku.
"Sayang kalian banyak yg tidak tau bagaimana membuat hati kalian bisa menyala terang dan bersinar indah, aliran cahaya dari Tuhan yg mengalir tanpa henti disetiap detik dan setiap tarikan nafas kalian menjadi sia sia dan tak berarti" Lanjutnya dengan intonasi sedih yg tertahan.
Tiba tiba rasa malu merasuk ke hatiku, lampu ini sepertinya bukan lampu biasa. Saya yg tadinya merasa bangga menjadi tersadarkan dan langsung bertanya cepat
"Apakah karena kami tidak terhubung dengan sumber semesta??? Ataukan komponen kami ada yg rusak??? Ataukan tuhan tidak berkenan mengalirkan Cahayaya??? " Cecarku cepat karena penasaran dan kehausanku atas apa yg lampu itu pahami.
"Tuhan menciptakan kalian sebagai makhlukNya yg paling sempurna sehingga kalian tidak menyala bukan karena kerusakan Komponen, Tuhan telah meniupkan RuhNya kedalam diri kalian sehingga kalian pasti terhubung dengan Sumber Semesta, dan Tuhan menyatakan Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang sehingga Aliran Cintanya akan selalu melimpahi kalian agar hati kalian bisa menyala terang dan bersinar indah" jawabnya tenang tapi malah membuatku semakin gelisah.
"Lalu kenapa banyak dari kami yg hatinya tidak bisa menyala jika semua persyaratannya sudah bisa untuk terpenuhi????" Tanyaku cepat takut dia kembali menjadi lampu biasa yg hanya bisa diam dan menyala.
Lama dia terdiam tanpa peduli oleh rasa penasaranku sebelum lampu itu berucap lirih.
"Aku bisa menyala dan memberi terang kepada kalian karena aku selalu menerima arus positif dan arus negatif kedalam tubuhku, aku menerima keduanya. Karena ketika aku menolak salah satunya... Aku hanya menerima arus positif dan menolak arus negatif maka sampai lebaran monyetpun saya tak akan pernah bisa menyala" katanya menutup penjelasannya dengan tertawa lepas.
"Lalu apa hubungannya dengan hati kami yg tidak bisa menyala??? Trus kenapa ada lebaran monyet, emangnya nanti monyet akan lebaran juga??? Cecarku cepat.
"Makanya tadi saya menegurmu dan menyuruhmu memperhatikanku kemudian berfikir dan merenung... Sekarang Berfikirlah dan Merenunglah" Jawabnya kemudian setelah itu kembali berubah menjadi Lampu biasa yg taunya hanya diam dan menyala.
#Aku dan lampu yg Aneh
#Hakikatnya semua benda punya Cerita
Titik Terakhir Sebelum Tali Toga dipindahkan sudah tercapai Hari ini.
Setiap Pejuang akan Tersenyum manis di akhir Perjuangan karena setiap Keringat, luka dan Air mata dalam Proses Perjuangan akan bertransformasi Menjadi Kenangan Indah ketika kita berdiri di Garis Finish....
Wanitaku, Diriku Bangga Padamu.... Congrat's... 


BAGAIMANA???
"Bagaimana sebenarnya jalan untuk Menyatu dengan Tuhan, untuk Manunggaling Kawula Gusti. Bukankah tujuan kita untuk hidup di dunia ini agar bisa merasakan kesatuan dengan Tuhan??? Tanya Bapak yang menemani kami Ngopi sore ini bersama Kakek Tamparang.
Kakek tamparang tersenyum sejenak, kemudian bertanya "Gimana kabar Istrimu? Tiga bulan lalu saya denger dengar kamu ada masalah sama dia?"
"Kami udah cerai Kek, males saya punya istri seperti dia yang gak mampu cari uang untuk nambah nambah keuangan keluarga, sekarang saya lagi pacaran sama Janda yang punya salon di pojok kampung itu Kek' Jawab Bapak itu dengan tersenyum bangga.
"Tanda dari Penyatuan dengan Tuhan adalah Merasa Tulus Penuh Penerimaan terhadap apapun yang dihadirkan Kehidupan karena sudah ada Cinta di dirimu, dirimu adalah Bahagia... Mereka yang memiliki Cinta adalah Manusia yang sudah menyatu dengan pencipta. Nah, kalo sama manusia yang bernama istri aja kamu gak bisa menyatu dengan damai dan bahagia, gak bisa menerima... Akan baik kalo kita ngomongin Janda Kecengan baru kamu itu, gak usah Ngomongin Tuhan"Kata kakek terkekeh kekeh.
Bapak itu hanya terdiam kemudian menundukkan kepala... Sepertinya malu sama pertanyaannya sendiri.
Kakek tamparang kemudian mengelus pundak Bapak itu "Nak, Kita hidup bukan untuk menyatu dengan Tuhan... kita hidup untuk selaras dan damai dengan kehidupan, jika dirimu sudah menerima dengan tulus semua wajah kehidupan yang dihadirkan padamu, dirimu akan mengenal Wajah Tuhan itu seperti apa"
Bapak itu mengangkat kepalanya, dan kulihat ada senyum manis yang terukir diwajahnya...
YING YANG
Hitam dan Putih Hanyalah Beda
Bukan Baik dan Buruk
Bukan Cahaya dan Kegelapan
Bukan Pahala dan Dosa
Hitam dan Putih hanyalah Beda
Agar Roda Kehidupan bisa Berputar
Jika Semuanya Putih Gerakan tak akan Terlihat
Jika Semuanya Hitam Diam menjadi tak Berarti
Hitam dan Putih hanyalah Beda
Hanya Berbeda, Memang tak Sama
Sudah Baik Adanya, ditempatnya Masing Masing
Selalu dalam Kesimbangan.....
Tanpamu, Keseimbangan itu tetap adalah Kasunyatan...
Engkau hanya tak Menyadarinya...
Santai Aja Kawan...
Kehidupan tak Butuh Pahlawan...
DALAM AJARAN....
Dalam Ajaran Sang Nabi kulihat ketaatan dan kepatuhan seorang Hamba di Dalam Diri...
Dalam Ajaran mereka yang bergerak bersama Kehidupan kulihat Tarian dan Nyanyian tentang Cinta di Dalam Diri...
Tapi ketika kumasuki Ruang di Diriku, tak kutemui Apa apa di sana... Kemana Hilangnya Hamba yang Taat dan Cinta yang Menyanyi dan Menari?
Hahahahaha... Atheis itu Tertawa... Kamu bukan Hamba ataupun Cinta.
Kamu hanya kumpulan Memori yang Bertransformasi dan Berevolusi... Yang Akan Punah 5 Miliar tahun lagi bersamaan dengan Hilangnya Bintang yang bernama Matahari.
Aku diam... Kumpulan Memori Spiritualku menjadi tak ada artinya... Waktu dan Energi yang telah ku berikan untuk Memperluas Kesadaran Spiritualku terasa Sia sia...
Sepertinya Sudah Waktunya Menyeruput Kopi.... 

SIFAT TUHAN
"Setelah Aku Sempurnakan Kejadiannya, Kutiupkan RuhKu"... Begitu Kata Allah dalam FirmanNya.
Jadi sederhana Sebenarnya, yang ada di dalam Diri kita dan Menghidupkan Jasad ini dan menghidupkan segala sesuatu ya RuhNya. Dan Al Quran memperkenalkan Nama NamaNya agar kita Tahu Sifat sifat ketuhanan yang ada di dalam Diri. Gak usah ruwet ruwet dengan konsep lainnya, konsep berbagai jenis nafsu, konsep nyawa, jiwa dan ruh, konsep jin, iblis dan setan, bahkan konsep surga dan neraka.
Jadi sebenarnya Gak ada Pahala dan Dosa, yang Bergerak itu Dia kok... Tapi sadari, dia bergerak kerena keinginan di diri, dan keinginan apa yang digunakan untuk menggerakkanNya, akan dikembalikan kepada diri yang menjadi Sumbernya... Ayatnya Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun... yang berasal dariNya akan kembali kepadaNya.
Kalo Dia bergerak menyakiti, siap siap aja disakiti.
Kalo Dia bergerak mengambil hak yang lain, siap siap aja hak untuk sehat, untuk tenang, untuk bahagia juga diambil.
Kalo Dia bergerak untuk Mencaci dan Memaki ya siap siap aja Cacian dan Makian akan dikembalikan.
Dan kita akan menyaksikan itu semua...
Karena Dia bergerak tergantung dari Gerakan apa yang ingin kita Saksikan... 




Kecuali kalo kita gak punya Keinginan lagi, yang terjadi adalah ayat "Maka (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar." (QS. Al Anfal ayat 17.) Artinya Allah Menyaksikan DiriNya sendiri... di Posisi inilah Al Hallaj Berkata "Ana Al Haq".
Kita ini cuman di Perintah untuk Bersyahadat, untuk Menyaksikan Sifat sifatNya aja... dan Nabi Muhammad dengan Ajaran Islam yang dibawanya mengajak kita untuk menyaksikan SifatNya yang Rahman yang Maha Pengasih dan Rahim yang Maha Penyayang dalam setiap Ucapan dan Perbuatan kita agar Kita Menyaksikan Muhammad (Orang yang Terpuji) yaitu diri kita sendiri. Maka bacalah Basmalah sebelum Berucap dan Melakukan Sesuatu.
Jadi Sifat Sifat Tuhan Apa yang sudah dirimu Saksikan Hari ini Kawan???
SUDAH ALAMI KAH KITA???
Selalu menyenangkan melihat ikan Berenang...
Selalu mengagumkan melihat elang Mengangkasa...
Selalu Menghibur melihat Monyet melompat kesana kemari...
Karena Mereka bergerak dengan Mengalir Alami di Saat ini...
Mereka Berenang, Mengangkasa, dan Melompat karena itulah Alamiahnya Mereka...
Mereka yang Bergerak Alami akan Bergerak dengan Lepas tanpa Beban, Indah, Bahagia... Selaras dan Harmoni.
Waktunya bertanya ke diri sendiri, Sudah Alamikah kita ???
SENI MEMBERI
Jika setelah memberi hatimu senang, bahagia dan merasa berlimpah, dirimu telah memberi dengan benar... Karena engkau telah memberi bahagia untuk dirimu sendiri walaupun secara materi engkau memberi kepada yang lain.
Tapi jika setelah memberi engkau merasa apa yang engkau miliki berkurang, ada yang pergi dari dirimu... Walaupun secara materi engkau memberi, hakikatnya engkau sedang mengambil. Ya engkau sedang mengambil rasa kekurangan dari orang yang engkau beri... 


Nak, Untuk Hidup yang menyenangkan.... Pertama, engkau harus menyenangkan tubuhmu dulu... Mencintai dirimu... Tapi bukan dengan Affirmasi atau Sugesti... 


Cintai Tubuhmu dengan Makan makanan yang menyehatkan, kalo bisa puasa lebih baik lagi. Puasa bagus untuk mengistirahatkan pencernaan, tubuhmu akan sangat senang jika dirimu melakukan ini.
Setelah itu Olahraga, jaga kebugaran Tubuh dengan Olahraga. Olahraga apapun yang penting bisa berkeringat, akan lebih baik lagi jika itu dilakukan sebelum matahari terbit.
Disiplin untuk memberi tubuh makan yang sehat dan tidak berlebihan, Olahraga yang teratur, pola hidup sehat (Perhatikan kualitas tidur) Rajin melakukan Puasa adalah hal hal baik yang bisa dilakukan untuk menyenangkan Tubuh.
Jika tubuhmu Senang, tubuhmu akan lebih kooperatif untuk mendukung dan memudahkan aktifitas dan keinginanmu... dan membantumu untuk menjalani hidup yang Menyenangkan.
Rasa malas, urusan yang disulitkan, pilihan keputusan yang salah, masalah dimana mana karena tubuhmu memberikan bisikan bisikan atau lintasan dikepalamu agar engkau mengatakan atau melakukan sesuatu yang akan menyusahkan dan menyulitkanmu karena tubuhmu benci padamu... Kamu makan seenaknya dan berlebihan, gak pernah olahraga, menghabiskan waktu dengan game dan gadget, dan hal sia sia lainnya.
Saya ingatkan lagi... Niat, Ucapan dan Apa yang ingin kita lakukan Awalnya berasal dari Lintasan suara yang ada di Kepalamu... dan itu asalnya dari Tubuhmu. Jika tubuhmu senag padamu lintasannya akan mengarahkanmu untuk hidup yang asyik dan menyenangkan, tapi jika dia benci padamu lintasannya akan berujung masalah... 


Tubuhmu juga akan sangat senang jika dirimu melakukan hal hal yang baik dan menyenangkan Orang lain, begitupun sebaliknya akan membenci jika engkau melakukan hal yang buruk dan menyusahkan orang lain.
Cintai dirimu dengan Benar... Hidupmu akan Benar... Kata Kakek pagi ini sebelum Berangkat Ke Kebun.
TAHAPANNYA ADA TIGA...
Tahapnya ada Tiga, Nak... Kata Kakek.
Tahapan pertama, Tuhanmu ada di luar dirimu, diposisi inilah sejatinya dirimu adalah Budak dan Hamba Sahaya. Di tahapan ini, siapapun nama Tuhanmu jika dia masih berada diluar dirimu adalah Berhala yang sejatinya tidak bisa memberimu manfaat apa apa. Pengetahuan yang ada di dirimu hanya berasal dari apa yang engkau baca dan engkau dengar dan tersimpan dimemorimu.
Tahapan kedua, Tuhanmu sudah bertahta di dalam dirimu, diposisi ini dirimu telah menemukan Harta Karun yang Tersembunyi. Dirimu akan lebih bijak karena bisa mendapat pemahaman pemahaman dan lintasan lintasan yang akan membimbing dan mengajarimu Hakikat dari Kehidupan. Karena Tuhanmu, Diri Sejatimu, Guru Sejatimu atau siapapun namanya telah bertahta di dalam dirimu. Pengetahuan yang ada di dirimu bukan lagi hanya berasal dari apa yang dirimu baca dan dengar, tapi sudah tak terbatas karena dirimu sudah terhubung dengan Sumber dari Semua Pengetahuan.
Melompat dari Tahapan Pertama ke Tahapan Kedua inilah yang banyak diajarkan Oleh Agama dan Ajaran Ajaran Spiritual... Meninggalkan Berhala yang ada di luar diri dan Terhubung dengan Tuhan yang ada di Dalam Diri. Dipuncak tahapan ini hidupmu akan menjadi Rahmatan Lil Alamin... dirimu hadir untuk Memayu Hayuning Bawana.... Dirimu adalah berkah bagi Kehidupan... 

Lalu, Apa Tahapan yang Ketiga Kek? Tanyaku...
"Aduh... Kakek mau Ke Kebun dulu, Lupa Ngasih makan Kambing tadi Pagi... Nanti aja dilanjut Ngobrol ngobrolnya Nak ya?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar