Minggu, 19 Desember 2021

Facebook Status Desember 2021

 MARYAM DAN MOTOR 

Maryam punya karakter kompetitif yg lumayan besar... Dia selalu berusaha naik duluan ke motor kemudian tersenyum girang sambil bilang "Saya juara satu, ayah juara dua"

Pagi ini ada Fawwaz anak tetangga nongkrong di depan rumahnya dengan menggunakan baju biasa. Maryam nanya " Fawwaz tidak sekolah?" Yang berlanjut menjadi Obrolan anak kecil yg gak penting... πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
Tentu saja saya jadi duluan berada di atas motor, dia belum sadar saat motor ku gas untuk mengantarnya ke sekolah... Setelah beberapa jauh saya bilang "Ayah menang, ayah td duluan naik motor" kataku sambil tertawa menang agak agak ngejek.
Dia syok, kemudian berteriak seperti macan terluka... Dia sangat tidak menerima ke khilafannya... 🀣🀣🀣
Tak lama setelah melampiaskan kekesalannya dia berucap " Sebentar Maryam yg menang kalo ayah datang jemput Maryam sekolah" katanya
mantap
.
"Ayah tidak mau turun dari motor, biar ayah menang terus" kataku tak kalah
mantap
.
Lama dia terdiam kemudian dengan suara yg lebih rendah dia berucap "Ayah, yang menang nanti bersihkan rumah kalo kalah bisa nonton tv, bisa main hp... ayah mau pilih menang atau kalah???
Kali ini saya yg terdiam..... 🀣🀣🀣🀣

 
JASAD, TUJUAN TERTINGGI KEHIDUPAN
Ada cerita indah di Buku Sadhana yang ditulis oleh Bapak Agung Webe.
Seorang Master Zen berkata "Ketika saya makan, saya hanya makan, Ketika saya tidur saya hanya tidur, ketika saya bercinta saya hanya bercinta, ketika saya sedang berbincang dengan anda maka saya hanya berbincang dengan anda"
Seseorang yang mendengar ucapan sang master berkata "Tetapi bukankah tidak ada yang spesial dari itu? Semua orang melakukannya?"
Sang Master Zen tertawa "Jika semua orang melakukannya, semua orang menjadi Buddha, semua Orang tercerahkan"
Cerita yang sangat sederhana, saking sederhananya menjadi Buddha dan Pencerahan hanya dihubungkan dengan Makan, tidur, bercinta dan berbincang bukan dengan Pencapaian pencapaian Cakra, kundalini, LoC Kesadaran, postur Yoga, Kesadaran Kosmik dan Sejenisnya.
Maka kehadiran Jasad kita ke dunia sudah merupakan Tujuan Tertinggi dari Kehidupan, Ada energy yang sangat besar yang mendukung eksistensi Jasad kita, hadir bersamanya adalah hadir bersama Kebenaran… Tapi karena Hadir bersama Jasad adalah Selaras dengan Energi Besar yang menggerakkan kehidupan, kita jadi lebih mudah untuk hadir bersama Pikiran dan Perasaan dengan berbagai Identifikasi, Konsep, Dogma dan Doktrinnya yang butuh Energi Ala Kadarnya saja… 🀣



APA YANG KITA PIKIRKAN DAN RASAKAN...
Apa yang kita Pikirkan tentang Kehidupan bukanlah Kehidupan...
Apa yang kita Rasakan tentang Realita bukanlah Realitas...
Hadir sebagai Kenyataan sangat berbeda dengan Memikirkan dan Merasakan Kenyataan...
Melepaskan jerat mind dan emosi, pikiran dan perasaan untuk hadir sebagai bagian dari kasunyatan memang tak mudah...
Karena Pikiran yang Di Selimuti Perasaan terasa Nyata sebagai Realitas.
Karena Mind yang menciptakan Emosi terasa Nyata sebagai Pengalaman.
Jasadmu... Tempatmu Berpegang... Hanya Ragamu itu yang Nyata...
 
 
MARYAM, KFC DAN PIZZA
Setelah lihat salah satu selebaran sekolah Favorit di Mamuju dan Dapet Info Uang masuknya, Istriku ngomong ke Maryam....
" Maryam, mulai sekarang harus menabung karena nanti uang sekolahnya Maryam Mahal kalo mau masuk SD... "!!!
"Iyyek, ibu" jawab Maryam sambil tetap melihat layar HP nya.
"Maryam dak boleh lagi minta pergi di KFC atau pergi Makan Pizza, karena harus menabung dari Sekarang" Tambah Ibunya.
Maryam meletakkan HP nya kemudian mengacungkan jari kelingkingnya ke depan ibunya "Iyyek Ibu, Maryam Janji dak mau lagi Pergi ke KFC sama Makan Pizza di dekat sekolahnya Maryam" katanya
mantap
.
Saya dan ibunya kaget karena Maryam selalu menepati janjinya... Ibunya sudah tersenyum sumringah.
"NANTI SURUH AYAH SAJA YANG PERGI BELI, AYAM KFC SAMA PIZZANYA MAKAN DI RUMAH SAJA...." Kata Maryam Kemudian.
Ibunya yang Sebelumnya Sumringah... Langsung Ngakak sambil Memegang Perutnya.
Hmmmm... Sudah Kuduga... 🀣🀣🀣🀣 


KENAPA KOSONG???
Kenapa Kosong... Kenapa Suwung... Kenapa Spiritual mengajarkan untuk meniadakan diri???
Jawabannya Agar dirimu bisa Totalitas Hadir di Kehidupan, tidak ada alasan, tidak ada banyak argumentasi, tidak ada pikiran egois dan manja, tidak ada pergerakan pikiran di diri untuk Menyangkal atau Menolak ketika Kehidupan butuh Pelukanmu... Sehingga saat engkau terbangun ketika anakmu nangis tengah malam engkau hadir dengan bangun memberinya DOT susu atau menggendongnya. Bukan malah membangunkan istrimu atau tetap pura pura tidur... 🀣🀣🀣 


TAK MUNGKIN
Tak Mungkin bisa Melihat Tuhan... Kataku.
Kakek Tamparang tersenyum "Itu seperti mengatakan Tak Mungkin melihat Bintang disiang Terik Matahari"
Memang tak mungkin kan melihat Bintang di Teriknya Cahaya Mentari... Ngototku Cepat dengan suara Meninggi.
Kakek Tamparang Ngakak Keras Memegang Perutnya sambil menatap mukaku yg Kaku karena membutuhkan Pembenaran.
Setelah puas tertawa kakek diam dan menatapku tajam "Jangan lupakan Pelajaranmu saat SD jika Matahari adalah salah satu Bintang di Semesta" kata Kakek.
Saya Terhenyak Diam... Udah Ngotot padahal jelas Salah dan Menyadari bahwa saya memang Salah... Benar benar Sangat Memalukan.
Tapi belaian Kakek di punggungku menyadarkan bahwa tak ada hal yang memalukan ketika Ada Kasih Sayang diantara Kami.
"Engkau khilaf hanya karena Cahaya yg terlihat sangat berbeda. Melihat Tuhan jangan engkau pikir bisa terjadi dengan Face to Face, Engkau hanya perlu menyadari bahwa Kehidupan yang kita alami ini termasuk kita yg ada didalamnya adalah Wajah dari Tuhan"
 
 
BANJIR
Beberapa tahun lalu jika Air Hujan deras di Rumah BTN kami dimamuju, kami akan kelabakan, air akan masuk dari saluran pembuangan air bekas pakai di Kamar mandi yang mengarah ke selokan atau bagian belakang Rumah. Penanganan sementara pintu bagian belakang kami tembok setinggi setengah betis, Agar air tak masuk dari bagian belakang. Kamar mandi yang agak susah mengakalinya, terpaksa jika hujan benar benar deras air yang tertampung dikamar mandi akan kami serok dan buang kebelakang.
Kondisi makin parah setelah jalan depan rumah dipaving blok, jalan menjadi lebih tinggi dari lantai rumah, maka jika hujan deras air juga akan masuk dari pintu depan. Dan jika ini terjadi Kami akan benar benar kerja bakti dan berharap air segera surut.
Apakah jika hujan deras kami akan menyalahkan Tuhan dan Mengatakan ini Ujiannya??? Atau membuat kami introspeksi diri atas semua salah dan dosa dan mengatakan ini teguran dan Azab dariNya???
NGGAKLAHHHH... πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…
Yang kami lakukan adalah Menabung, dan setelah tabungan cukup untuk membuat Bagian depan rumah lebih tinggi dari jalan kami nyari tukang dan mengerjakan hal tersebut ditambah membuat pagar tembok yang akan menahan air dari depan.
Begitu juga bagian belakang rumah kami, dua tahun setelah meninggikan pagar bagian depan kami mengerjakan sisa tanah kosong dibagian belakang dan memindahkan kamar mandi kebelakang dengan membuatnya lebih tinggi hampir setengah meter. Alhamdulillah sejak itu kami tidak bermasalah lagi dengan Hujan Deras.
Manusia diberi Akal Pikiran untuk hidup agar bisa menyesuaikan diri dengan Hukum Sebab akibat yang mengatur kehidupan.
Dengan Bencana Banjir yang Melanda sebagian besar NKRI, tidak usahlah kita bawa bawa Tuhan. Mari Bercermin, apakah pihak pihak yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap penataan Kota baik drainase maupun saluran airnya sudah menjalankan Perannya atau Tidak??? Apakah Masyarakatnya sudah menempati pemukiman yang aman dan peduli terhadap kebersihan dan Penanganan Sampah??? Bencana ini terjadi Jelas karena ada yang tidak Menjalankan Perannya dengan Baik, tapi tidak usah karena hal ini kita lalu mencari Kambing Pink untuk dihitamkan... πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…
Semoga ini jadi Cermin Besar untuk Kita sama sama Berbenah, Saling membantu jika punya kesempatan dan kemampuan, Bukan untuk Saling Menyalahkan, saling menghujat dan juga bukan untuk Berpasrah diri dan Menyerahkan semuanya Pada Tuhan... Ini UjianNya... ini TeguranNya... Nggaklah...πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… ini karena manusia belum maksimal menggunakan Akal dan Kesadarannya untuk bersama sama Mempersiapkan diri menghadapi Kemungkinan Bencana Banjir... Buktinya??? Amsterdam adalah kota yang penduduknya bisa hidup tenang walaupun lautannya lebih tinggi dari daratan. Ini karena mereka Menggunakan Akalnya dan Disiplin untuk Bekerja sama Menjaga segala sesuatunya Aman terkendali dengan Dam dan kanal yang mengelilingi Kota yang selalu dijaga dan diperhatikan . Amsterdam yang tanahnya lebih rendah dari laut gak Pernah Kebanjiran karena Warga dan Pemerintahannya menggunakan akalnya dengan Maksimal dan punya komitmen untuk hidup Bersama yang Lebih baik ... πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜… 


JALAN SPIRITUAL
Jalan Spiritual adalah Jalan untuk meruntuhkan keinginan dan ambisi yang melekat pada kehidupan dunia...
Jalannya adalah dengan menelisik pencapaian dan harapan serta keterikatan mengenai harta, tahta, wanita, bahkan keluarga, tenang, damai dan Bahagia....
Tidak hanya sampai di Keterikatan yang kita ciptakan tapi juga terhadap semua keterikatan yang melekat di DNA kita dari Para Tetua dan Leluhur... Banyak yang tidak sadar hidup untuk memenuhi ambisi leluhurnya yang terekam di DNA nya... Padahal harusnya tersadari dan terlampaui... Bukan malah merasa tercerahkan dengan itu dan bangga akan kemampuan serta kesaktian yang mengawal Ambisi tersebut.
Pikiran hanya akan diam dengan tersadarinya semua keinginan dan ambisi yang ada di diri, bahkan bukan hanya berharap Surga atau Nirvana, harapan untuk manunggal dengan Sang Pencipta pun adalah Ambisi yang harus tersadari dan dilampaui....
Terus Apa yang tersisa???
Sampai tak ada apa apa lagi yang tersisa.. Benar benar Kosong... 🀣🀣🀣 


KESADARAN SANG TAYA
Aku tak Bernama karena Segala Nama adalah Aku...
Aku ada mengelola Akal dan Budi untuk Memayu Hayuning Bawana...
Tak ada Tempat Keramat Bagiku, karena semua tempat hanyalah Ruang untuk menebar Benih Cinta...
Tak ada Ritual Suci untuk Menyembah agar dijaga dilindungi, dan doaku dikabulkan. Ritualku adalah Melayani dan Memberikan Persembahan kepada Kehidupan.
Tak ada ayat ayat suci yang aku pegang dan aku daraskan sebagai doa untuk memenuhi ingin dan Ambisiku... Ayat Suci bagiku adalah Penerang yang menjadi Penuntun untuk Setiap Ucap dan Gerakku...
Meditasi dalam diam dan Hening bukanlah Tujuan bagiku... Meditasi adalah Istirahatku dalam Pelukan Hangat Sang Cinta... sehingga Aku tak ditipu oleh Dunia, tak khilaf oleh Lelah dalam menarikan Tarian Cinta.
Aku tak punya Kitab Suci karena Kitab Suciku Ayat ayatnya tercetak disetiap Sel Tubuhku, Hanya Terbaca Oleh Rasa dan Terhubung Menyatu bersama Kekosongan yang meliputi Semesta.
Aku tak Punya Rasa Rindu dan Ketakutan akan Kematian... Aku telah Terlahir dan Hidup... Aku akan tetap Hidup Kekal Abadi Menebar Karya, Manfaat, dan Cinta... Kematian milik mereka yang tak pernah dilahirkan.
Hening dan Kosong bukan Tujuanku... Aku Sedang Berjalan Bersama Kekosongan dan Keheningan...
#KESADARAN SANG TAYA
Kesadaran Leluhur Nuswantara 


TIADA TUJUAN KECUALI CINTA
Bukan untuk Menjadi Suami yang hEBAT...
Bukan untuk Menjadi Ayah yang Luar Biasa...
Bukan untuk Menjadi Pegawai Teladan...
Bukan untuk Menjadi Sholeh atau Sholeha...
Bukan untuk Menjadi Manusia yang Sempurna
...
Bukan untuk itu Semua....
Tapi untuk Mengisi Ruang Diri dengan Sebanyak Banyaknya Cinta... ❤️❤️❤️
Sejatinya Ruang Di diri itu Kosong, apa yang engkau ambil untuk mengisinya adalah apa yang bisa engkau bagi dan berikan pada Kehidupan.
Ambillah Cinta... Agar diri hanya membagi Cinta... ❤️❤️❤️
La Ilaha... Tiada Tujuan...
Illallah... Kecuali Cinta...
❤️❤️❤️❤️❤️ 




 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar