Minggu, 19 Desember 2021

FACEBOOK AGUSTUS 2021

 

 KETAKUTAN SENGSARA DAN DERITA
Ketakutan, Sengsara dan Derita adalah alasan kita ada diatas Bumi... Termasuk apa yang dinamakan Cinta, Bahagia, Senang... selalu ada Ketakutan di salah satu Sisinya. Kecuali jika cintamu, bahagiamu dan senangmu sudah tak memiliki sisi Takut kehilangan maka dirimu sudah bergerak ke Wilayah Kesadaran.
Sadari... Kita hadir dikehidupan untuk bisa Berdamai dan Menerima Ketakutan, Sengsara dan Derita... Hanya dengan Menerima itu semua Hidup bertransformasi menjadi Perayaan... Bahasa kitab sucinya, Neraka berubah jadi Surga...πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’–
Menolak dan Menghindari Ketakutan dan Derita hanya akan membuat diri semakin melekat dengan Dunia yang memang adalah tempat Derita... πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…
Ajaran agama dan spiritual sejatinya mengajak untuk menerima ketakutan dan derita dengan ritual ritualnya... Puasa, Sedekah, Derma, Tidak menikah, dan sejenisnya agar diri bisa lebih selaras dengan dunia yang merupakan tempat derita ini.
Berdamai dan Menerima Derita dan Ketakutan akan menyingkap Sisi lain dari Dunia yang Merupakan Tempat Derita... Sisi lain yang berisi Pesta Perayaan... πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’–  


YANG PENTING RASANYA
Menerima atau Meyakini sesuatu yang tidak kita Alami seperti Menggambar Secangkir Kopi di Selembar Kertas... Gak ada Rasanya, Gak bisa di Nikmati... πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…
Jadi tentu saja saya gak percaya sama cerita Iblis dan Setan yang Suka Menggoda... Karena Godaannya Gak Ada Rasanya... πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…
Jika saya berkelakuan Kampret, jahat atau Menyakiti, itu murni Keputusanku... Dan tentu saja Saya bertanggung jawab penuh untuk hal itu... Saya gak mengajari diriku untuk Mencari Kambing Hitam... Saya mendidik diriku untuk bertanggung jawab untuk Apapun yang kulakukan. Dan Ternyata Hidup lebih Terasa Hidup dengan itu.
Bagaimana dengan Malaikat, Surga dan Neraka???
Bagiku pribadi, Hal hal itu seperti Coto Makassar yang terpajang di Spanduk depan Warung Makan... Gak ada Rasanya... πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…  


MERAGULAH...
Meragulah... Ragukan Semuanya sampai Ragumu hilang, karena Kesadaran yang lebih Luas ada dibalik Keraguan.
Dengan Keyakinan, engkau tidak kemana mana Kisanak... πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’–
Yuk, belajar Meragukan apa yang kita Yakini... πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…  


Jika kita sudah menyadari hidup ini disusun oleh hal baik dan buruk, Suka dan duka, menyenangkan dan menyedihkan...
Wajarkah jika kita hanya menginginkan yang baik, suka,dan hal menyenangkan saja??? Atau menginginkan hal yang baik baik saja itu sebuah Kebodohan???

MELAMPAUI  DUALITAS
Apa indikator melampaui dualitas? Banyak yang bisa jd alat ukur...
Jika kehilangan uang 10 juta rasanya sama saja dengan mendapatkan rejeki uang 10 juta itu bisa jd tanda dirimu telah melampaui dualitas.
Jika saat sibuk dan banyak kerjaan rasanya sama saja dengan ketika liburan dan menjalani waktu santai itu juga bisa jd ukuran dirimu telah melampaui dualitas.
Jika dimarahi dan dipuji rasanya sudah sama saja itu juga indikator dirimu telah melampaui dualitas.
Dan berbagai contoh sejenis.....
Melampaui dualitas di uji di realitas, karena banyak yang paham tapi ketika apa yang ia pahami di uji oleh realitas Dia malah memilih padahal sedang di minta untuk menerima.
Honor disunat, bisnis rugi, kehilangan barang kesayangan, tertipu partner atau kawan sendiri, di fitnah tetangga, dicaci maki bos dikantor... adalah ujian dari kehidupan untuk kita Bercermin... Apakah kita sudah bisa menerima atau kita masih memilih untuk Marah, Kesal, Sedih, Dendam dan Emosi Negatif lainnya.
Dapat honor tak terduga, bisnis untung besar, dikasih gratis barang yang udah di impi impikan, mendapat pujian dan cerita baik, dapet WA perhatian dari Orang yang ditaksir... dan berbagai hal baik lainnya juga adalah ujian dari kehidupan untuk kita bercermin... Apakah kita hanya menerima atau memilih untuk Senang, bahagia, Riang Gembira dengan apa yang kita dapatkan.
Mereka yang bisa menerima ketika Sebagian besar Orang Memilih telah melampaui Manusia... dan tentu saja ini sangat tak mudah, bagi saya pribadi ini lebih susah daripada berusaha masuk surga... πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…   
 
 
Namanya Raditya Al Fath Daeng Lawa ... πŸ™πŸ™πŸ™   

 

Saya lahir di jumat Wage...
Ibunya lahir di 6 Agustus...
Dan hari ini Jumat wage 06 Agustus 2021, jam 08.17
Dengan Jenis kelamin Laki laki, berat 3.7 dan Panjang 54 cm
Dia Hadir ditengah tengah Kami... πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’–    


Dalam ajaran Zen, ada Quote yang Menarik "In Zen we don't find the answer, we lose The Question" yang artinya kurang lebih "Di Zen, Kita tidak mencari Jawaban, Kita Menghilangkan Pertanyaan"...
Pertanyaan hilang bukan karena kita tidak bertanya tanya lagi atau kita Mengharamkan Pertanyaan dalam hidup kita... Gak bertanya tapi sebenarnya nggak tahu itu Bodoh tapi ingin dinilai Bijak... πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
Pertanyaan Hilang karena kita memahami hakikat dari Realitas dan Kenyataan sehingga kita Menyadari Bahwa Jawaban dari Pertanyaan bukanlah Kebenaran.
Dalam Ajaran Buddha ada Quote untuk melengkapi Quote Zen diatas "Silence isn't Empty, It is Full Of Answer" yang artinya Kurang lebih "Keheningan tidak kosong, tapi itu Penuh oleh Jawaban" dengan kata lain Hanya Mind yang sudah Full atau Mindfullness yang bisa Hening... πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡
Kata lainnya lagi, jika di dirimu masih ada pertanyaan yang butuh jawaban... Bagaimana mengenal Tuhan atau Bertemu dengan Guru Sejati? Bagaimana kehidupan setelah kematian? Apa Tujuan hidup yang Sejati? Bagaimana mengenal diri sendiri? Apa rahasia hidup kaya raya? Bagaimana mencapai kebahagiaan yang tanpa Susah?
Jika pertanyaan pertanyaan itu atau sejenisnya masih mengusikmu Berarti Mindmu belum Full... sama kayak Mindku... πŸ˜πŸ˜‚πŸ˜‚  


Menempatkan Sifat pada Tempatnya.....
Marah yang sering dianggap Sifat Iblis dan Setan bisa digunakan untuk mengarahkan orang menjadi lebih baik...
Dermawan yang sering dianggap sifat Malaikat dan Mulia bisa menjerumuskan orang lain untuk bermental Pengemis...
Sejatinya tak ada sifat yang benar benar baik dan benar benar jahat sehingga tak ada sifat yang harus kita hilangkan atau kita tumbuhkan...
Kita hanya perlu menyadari sifat apa yang diperlukan kehidupan untuk dipersembahkan, Wajah apa yang diinginkan kehidupan untuk di pertontonkan...
Kita sering hanya salah dalam menempatkan, ketika dibutuhkan untuk marah kita malah diam, ketika diperlukan untuk dermawan kita malah penuh perhitungan dan pertimbangan, ketika baiknya menunjukkan kekesalan kita malah tersenyum, ketika ada yang membutuhkan pelukan kita malah kesal dan pergi menjauh...
Kehidupan tak membutuhkan usaha kita untuk menjadi baik atau bekerja keras menekan dan menahan sisi jahat di diri...
Kehidupan hanya ingin kita hadir dan sadar... Agar kita bisa ikut menari bergerak selaras dengan irama kehidupan...
#Karena Kita Manusia  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar