Selasa, 05 April 2022

Januari-Maret 2022

 16 feb

Semua Pengetahuan yang kita Kumpulkan dan Pengalaman yang kita Jalani telah Bernama Masa Lalu... Sudah Menjadi Memori, bagian dari Pikiran.
Tapi tidak banyak yang bisa mengecap Hidup Bebas dari Jeratan Memorinya... Semua Ucapan, Keputusan, dan tindakan kita sebagian besar Berawal dari Memori di Pikiran... Baik Pikiran sadar maupun pikiran bawah sadar.
Maka Pikiran adalah Dunia Ilusi Individu, hidup didalamnya adalah Mimpi... Dan Cinta adalah Milik mereka yang Menari bersama Sejatinya Kehidupan, Mereka yang bergerak bersama Realitas, Mereka yang Sadar menjalani Kebenaran.
 
 17 feb
Ketika menyadari bahwa apa yang kita anggap Realitas hanya energi yang bergetar getar yang ketika memasuki indra kita akan diproses oleh otak untuk membentuk Persepsi... Bagaimana kita akan menjawab pertanyaan ini, Alam Semesta ini Ada Di Luar Kepala atau di Dalam Kepala?
Ketika menyadari bahwa yang memasuki panca indra kita hanya sinyal sinyal elektromagnetik yang masuk ke otak dan oleh otak dibentuklah kesimpulan... Bagaimana kita akan menjawab pertanyaan ini, Kehidupan ini dibentuk oleh Sinyal Elektromagnetik atau Oleh Kesimpulan dari Otak?
Mungkin untuk membantu menjawab pertanyaan inilah leluhur ada yang membuat konsep Jagad Alit Jagad Ageng... Tapi bukannya ada satu lagi Jagad Langgeng... Nah, ini... Apa Pertanyaan yang membuat leluhur membuat konsep Jagad Langgeng ini ya?
Tadi nyari jawaban, sekarang malah nyari pertanyaan... Udah mulai Ruwet Iki, Mending tidur Ahhh... 🤣🤣🤣🤣

20 feb
Apapun yang masuk diruang diri kita dan menjadi Memori hanya bagian kecil dari Kehidupan baik itu Pengetahuan, Pemahaman ataupun Pengalaman... Hanya bagian yang sangat kecil dari Kehidupan... Termasuk apa yang kita anggap sebagai Keyakinan atau Kebenaran, sejatinya hanya butiran zarrah di Semesta.
Lalu dimana Bagian Besarnya???
Hanya ketika kita bisa HADIR yang Besar akan teralami.
 
23 Feb
Cerpen:
Siapa Dirimu???
Jika jawabanmu berasal dari apa yang di tangkap oleh indramu... Dilihat dan dibaca oleh matamu dari tulisan, buku atau kitab apapun atau didengar oleh telingamu dari berbagai nasehat atau cerita... Itu bukan dirimu, itu prasangka dari orang lain mengenai dirinya dan dirimu.
Bahkan tubuh yang dilihat oleh matamu, itu hanya segumpal materi yang akan mati dan berubah bentuk saat dirimu meninggalkannya. Tubuh itu hanya sarana untuk menyadari dirimu... Jangan malah tertipu dan merasa itu adalah dirimu.
Masuki Ruang dirimu, karena hidup dan nafasmu yg masih berhembus saat ini adalah bukti bahwa Jawabannya masih tersimpan di Dalam dirimu... Jika jawabannya tak kau temukan, Apapun yang kau lakukan dihidupmu Hidupmu tak berarti apa apa... Hidupmu tak lebih baik dari Binatang yang Lahir, hidup kemudian Mati...
Mataku kemudian terbuka, badanku serasa tak ada, hanya ada kesadaran yg menandakan saya masih ada... Saya tidak bermimpi karena diatas mimbar Pak Ustad sedang berdiri siap siap menyampaikan Kuliah Subuh dan Makmum sedang menjawab Salam Pak Ustad... Posisiku masih seperti saat saya sadar terakhir kalinya bersila dengan punggung yang tegak... Saya masih sadar saat Pak Ustad Mengucapkan Salam... Tapi kejadian bersama suara itu terasa sangat jelas dan masih kuingat kata demi katanya... Bahkan jedanya saat bicara masih terasa nyata... Tidak mungkin kejadian itu waktunya antara Ucapan Salam Pak Ustad dan Jawaban Salam dari Makmum yang cuman sekilas... Subuh yang Aneh... 🤣🤣

26 feb
Setiap Perjalanan memiliki dua titik... Titik awal tempat kita berangkat dan Titik akhir yang merupakan titik Tujuan kita.
Beda kalo yg dilakukan adalah Perjalanan Spiritual, di Perjalanan ini Titiknya Cuman satu... Titik Tempat Berangkatmu adalah Titik yang sama yang jadi Tujuanmu... Maka tidak heran kalo Banyak yang Tersesat... 🤣🤣🤣🤣🤣
Kalo lelah muter muter... Istirahat Ngopi dulu... ☕☕☕


1 Mar
Kalo Memang Sedih... Menangislah Sampai Kering Air Matamu...
Kalo Memang Senang...
Tertawa lah Sampai Kering Gigimu... 😂😂😂
Hingga Tak ada Tangis yang Tersisa.
Hingga Tak ada Tawa yang Tertinggal.
Hingga diri bisa melenggang Santai Hadir membersamai Moment ke Moment... Tetap Berdiri di Posisi Di Sini, Saat Ini...
#Jalan Totalitas... 🤩🤩


4 Maret
Kamu bisa menjadi apapun yang engkau inginkan Nak, tinggal pelajari semua Hukum dan Sunnatullah yang akan Mengantar ke Impianmu kemudian Bersungguh sungguhlah berproses sampai impianmu terwujud... Dalam setiap tahapan Proses dirimu akan diantar untuk mengalami sebab sebab yang menjadi anak tangga menuju Impianmu yang tentu saja harus engkau terima dan jalani dengan penuh kesungguhan. Banyak yang tak berhasil hanya karena kurang bersungguh sungguh mempelajari hukum dan sunnatullah yang membawanya menuju impiannya bahkan mereka kadang mengerjakan hal hal yang berlawanan dengan apa yang mereka impikan. Ada juga yang memilih mundur saat dihadapkan pada anak tangga yang harus dia lampaui karena tak tahu bahwa Anak tangga itu adalah Hukum dan Sunnatullah yang harus ia terima dan jalani. Tapi itu jalan yang berat..... Engkau akan mengalami banyak benturan energi ketika engkau membawa Impianmu kepuncak Pendakian.
Ada jalan yang lebih mudah Nak, Setiap Keinginan sejatinya hanya mencari "RASA"... Rasa Senang, Rasa Bahagia, Rasa Sukses, Rasa Kaya, Rasa Wibawa dan Sejenisnya sejatinya bisa engkau temukan didalam dirimu tanpa perlu membenturkan Energimu Ke Semesta Kehidupan untuk diwujudkan di Alam Materi. Jalan ini memang Mudah tapi Taruhannya adalah Hidupmu akan Menjadi Hambar karena apa yang ada diluar dirimu hanya akan terasa sebagai Ilusi dan Fatamorgana... Dirimu akan Kehilangan "KEHIDUPAN"
Lalu ada Ada Jalan yang Mengalir bersama Kehidupan... Jalan Perayaan... Sayangnya Jalan ini tanpa Tujuan, Tak akan ditemukan dengan Mencari, Tak akan dirasakan dengan Usaha, Tak ada Kata Kata yang bisa dengan Jelas Menggambarkannya.
Hanya ketika semua Bagian dari dirimu Diam... Ketika semua Keinginan Runtuh tanpa sisa lagi... Jalan itu Menemukanmu...
Beliau menutup kata katanya dengan tersenyum, seluruh raut mukanya benar benar tersenyum. Kemudian setelah menangkupkan ke sepuluh jari jemarinya di depan dada yang diakhiri dengan kepala yang sedikit menunduk beliau membalikkan badan dan melangkah menjauh dariku menghilang dalam Kegelapan.
 
8 Maret
Mengenal diri adalah proses untuk menyadari bahwa kita ini makhluk biasa saja... Menyadari kebutuhan dasar kita dan menjalani hidup dengan kesadaran itu.
Puncaknya adalah menyadari bahwa diri ini Manusia Biasa...
Banyak Peradaban yang hilang musnah dan berganti karena terjebak oleh keserakahan pikiran... Ada Peradaban yang Ingin jadi Penguasa, ada Kelompok yang ingin jadi Pengendali dunia, ada komunitas yang mengusung ajaran atau budaya dari masa lalu, ada Persaudaraan ksatria ini dan itu yang ingin jadi Penyelamat Bumi, dan berbagai keinginan lainnya walaupun tampak baik dan mulia... Tetap saja didasari oleh keinginan yang sangat potensial menjadi ambisi dan berujung bentrok dan konflik... Karena setiap keinginan selalu membawa ideologi yang ingin diwujudkan, dan tentu saja akan selalu ada yang tidak setuju dan menolaknya.
Maka hidup sebagai Manusia Biasa dan Hadir di Kehidupan sebagai Manusia yang Biasa biasa saja adalah Puncak dari Kemanusiaan... Tak ada yang diperjuangkan karena menyadari Kehidupan Tak Butuh Pahlawan... Hadir sebagai Bagian yang Biasa saja di Kehidupan...
Maka dibanyak ajaran Spiritual Pikiran di ajak Memperhatikan Nafas, diajak Menjadi Diam, Pikiran menjadi Hening, Pikiran diajak praktek mengalami Suwung, dan sejenisnya agar Pikiran tidak liar pengen jadi ini dan itu, Bergerak dengan ambisi mau ini dan itu, pengen jadi Manusia Super atau Pengen jadi Pahlawan... 🤭😂😂
Ajaran ajaran Spiritual itu sejatinya mengajarkan untuk menjadi Manusia yang Biasa Biasa Saja... 🙏😇
Dan tentu saja mungkin setelah membaca Tulisan ini Pikiranmu akan Protes "Masa sih saya dilahirkan untuk menjadi Manusia yang Biasa Biasa saja?" 🤣🤣


12 Maret
Bayangkan Dunia ini dipenuhi Energi sampe Sesak sesak... Energi Apa?
Energi yang terbentuk dari Para Sosok Penghuni Bumi Sebelumnya. Energi bentukan Orang Kaya, Orang Cerdas, Orang Berwibawa, Orang Hidup Mulia, Energi yg terbentuk oleh Para Penyembuh, Para Pengajar Spiritual, Para Pemimpin Dunia, Bahkan Energi bentukan Ojek Online pun sudah ada... Apalagi kalo cuman Pedagang Sayur... 🤭😂😂
Tinggal Pasang niat, mau jadi Apa maka energi energi itu siap melayani... Kesungguhanmu akan menentukan Besar Energi yang Akan Memberimu Support, Mau kaya mungkin yg support di awal energi tukang sayur, kalo sungguh sungguh energi tukang sayur akan diganti sama energi Pedagang Kelontong, bersungguh sungguh lagi diganti sama Energi Pedagang Elektronik di Glodok... 🤣🤣🤣
Pergantian energi ini akan menyebabkan Perubahan Mindset dan Keluasan Wawasan dan Sudut Pandang sesuai Niat yang kita Pasang Di Awal mau bergerak di Bidang Apa.
Hampir semua Orang Bergerak diatas Bumi mengikuti Jalan Energi ini... Konsekwensi jalan ini adalah Selalu ada Sisi Gelap dari Energi yang Memberi Support yang harus kita Terima... Semakin Besar Supportnya semakin Besar juga Sisi Gelap yang akan kita Rasakan.
Sisi gelap itu Basicnya adalah Kekhawatiran, Ketakutan, Kecemasan, Kemarahan, Kesedihan, dan Sejenisnya. Makanya kadang Ada Orang yg hidupnya kita pikir enak tapi menakutkan atau mengkhawatirkan Hal hal yang kita pikir remeh atau gak masuk akal... Karena Sisi Gelap setiap Orang Beda beda.
Sisi gelap ini bisa diminimalisir dengan Sedekah dan Laku yang tidak nyaman bagi tubuh seperti Puasa yang jenisnya macam macam, Melakukan disiplin atau Ritual ketat seperti yang diajarkan dibanyak agama dan sejenisnya. Jika Kesungguhan Mencapai Keinginan tidak Dibarengi dengan Sedekah dan Ritual Ketat atau Ibadah jangan Mimpi Merasakan Ketenangan Hati. Makanya orang orang dulu biasanya Mengawal Keinginannya dengan Laku atau Melakukan Tapa terlebih dahulu... Bayar Duluan.
Ada lintasan itu yang hilir mudik di kepalaku Subuh ini... Benar tidaknya, Entahlah.
 
 
15 Maeret
Bukan yang telah mengumpulkan banyak ilmu dan pengetahuan Spiritual sehingga bisa berceloteh seperti Burung Beo mahal yang banyak di Pajang dalam sangkar di Pasar Burung...
Tapi yang telah membuang semua ilmu dan pengetahuan Spiritual sehingga bisa Terbang Bebas Mengangkasa diketinggian...
Sendirian.
 
17 Maret
Kegelapan tidak hilang oleh Cahaya... Kegelapan tetap ada di sana, Sebagai Latar yang memberi Ruang kepada Cahaya... Ketika Cahaya Padam, tentu saja Kegelapan Hadir kembali.
Begitupula Kematian adalah latar yang memberi Ruang bagi Kehidupan...
Semua Kehidupan pasti akan Berakhir dan Kembali Mati...
Cahaya akan Padam. Kehidupan akan Berakhir.
Tapi Kegelapan dan Kematian Abadi Adanya.
Maka Menyadari Kematian adalah Jalan... Jalan Sunyi, Jalan Kesendirian untuk Merasakan Gelapnya Keabadian.
 
23 Maret
Hidup adalah Kesempatan untuk merasakan Berbagai Pengalaman dan Rasa... Termasuk Merasakan Sejatinya Bahagia, Damai dan Keabadian" Kata Kakek Tamparang memulai Nasehatnya.
Kematian Ragamu adalah Tanda bahwa Waktumu Sudah Habis... Tak ada yang lain lagi Setelah Kematian Ragamu.
Akhirat atau Kehidupan setelah Kematian adalah Perjalanan Kematian Kematian Bagian Diri lainnya setelah Tubuh Mati... Karena Diri tidak hanya satu, ada Tubuh Energi, ada Tubuh Mind, Ada Tubuh Spirit, dan Berbagai Tubuh lainnya. Tapi tetap aja Matinya Tubuh atau Raga adalah Awal dari matinya semua bagian diri sampai tak ada yang tersisa... Suwung. Tapi Jika Engkau bisa Mengalami "Abadi" di Kehidupan ini maka Saat Ragamu Mati Semua bagian dirimu akan Kembali Suwung Secepat Kilat... Karena Jembatan Shirotal Mustakim hanya bagi yang belum mengalami Keabadian.
Hidup Ini Anugerah Besar yang Luar Biasa... Hadirlah... Rayakanlah... Alamilah Bahagia, Damai dan Abadi... Sampai engkau menyadari bahwa "Aku" tak tersentuh oleh Kematian. jika itu tak engkau alami dikehidupan ini, tak ada tempat lain lagi untuk mengalaminya" Kakek Tamparang mengelus lembut punggungku dengan mata yang menatap dalam penuh Ketulusan.
 
25 Maret
Seperti Semesta yang Terus Berkembang... Realitas juga Seperti itu...
Maka Memegang Erat Kebenaran dari Pengetahuan dan Memiliki Keyakinan, Dogma, Doktrin, Prinsip yang Tak Bisa Goyah bertentangan dengan Pergerakan Alami dari Kehidupan...
Selalu Kosongkan Gelasmu Kawan, Agar Manis dan Pahitnya Kenyataan bisa Selalu kita Nikmati...
 
 
25 Maret
Sebelum melihat keluar, masuklah dulu kebagian tergelap dari dirimu...
Hanya dibagian tergelap diri bentuk utuh dari cahaya Kehidupan dapat terlihat...
Di Kegelapan, Akan tersadari bahwa semua pergerakan adalah netral dan seimbang... Baik atau buruk, Jahat atau Mulia adalah Penilaian yang lahir dari Keterbatasan Penglihatan...
Di Kegelapan, akan tersadari bahwa Kehidupan tidak Butuh Pahlawan... 🤣🤣🤣
Dibagian Tergelap Diri... Sejatinya Diri Telah Lenyap...
#Jalanku Jalan Gelap Gelapan... 🤣🤣


28 Maret
Yang Mendasari Sebagian Besar Manusia dalam Menjalani Kehidupan adalah Ketakutan dan Keserakahan.
Ketakutan akan Kehidupan setelah Kematian, Ketakutan akan Miskin dan Papa, Ketakutan akan Sakit dan Derita, Ketakutan akan Kesepian... dan Ketakutan Ketakutan Lainnya.
Keserakahan akan Harta, akan Jabatan, akan Wanita, Keserakahan akan Pengalaman pengalaman Mistis dan Spiritual, Keserakahan untuk Pengalaman Surgawi... dan Keserakahan lainnya.
Mereka yang sudah tidak digerakkan oleh Ketakutan dan Keserakahan telah terbebas dari Penjara Raganya... Dirinya adalah Kehidupan itu Sendiri.
 
 
 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar