Kamis, 09 Mei 2013

My Diary in Past Time

4 juni 2004
Wanita.... makhluk dengan tingkat kemenarikan yang tinggi, dengan wajahnya yg bisa membuat darahku berdesir, dengan tatapan matanya yang bisa membuat hatiku hancur berantakan. Dengan baunya yang bisa mebuatku merinding karena bangkitnya “kelelakian”ku...
Tapi, hanya untuk itukah wanita diciptakan olehNya? Picik sekali saya kalo punya pikiran seperti itu.
Wanita... dari rahimnya aku dilahirkan, karena wanitalah aku punya kesempatan mencium bau surge walaupun kemungkinan untuk berenang dan karam di neraka lebih besar setidaknya wanita telah membuat satu kesempatan buat aku untuk menjadi makhluk yang bisa mewarnai dunia ini.
Tapi, Hanya untuk itukah wanita diciptakan olehNya? Aku merasa gak seperti itu saja tujuan penciptaanMu...

Wanita... Engkau benar-benar makhluk misterius dimataku, aku belum bisa memahamimu sehingga kadang aku merasa tak perlu menganalmu, kalian cumin bikin ruwet pikiranku saja, kalian cumin bikin aku gak produktif, bersama kalian bikin waktu terbuang sia-sia...
Benarkah itu yang sesungguhnya ada dipikiranku, atau itu hanya cermin dari ketidakmampuanku untuk menyelami kalian wahai wanita... Aku gak tahu...!!!
15 Juni 2004
Saat dalam perjalanan di atas KM FUDI, pulang liburan di kampong...
Ditengah laut jawa, dibawah terik matahari sore..
Dilingkupi awan berarak, dilatari birunya angkasa raya...
Aku merenung apa yang seharusnya menjadi tujuan hidupku yang dengannya aku akan melewati hidup di dunia yang fana ini. Aku pernah berfikir bebas ketika membaca buku zig ziglar, dale Carnegie, steven covey, norman Vincent peale , David Swarctz dan pengarang barat lainnya dengan resep hidup untuk memaksimalkan potensi kita, gimana cara sukses didunia ini, apa langkah yang harus kau ambil untuk jadi penguasa dunia dan beribu-ribu konsep lagi untuk bisa hidup eksis di dunia ini, bisa jadi orang yg dikenang sejarah, bisa menjadi orang besar ditengah manusia yg punya pikiran kerdil dan itu semua untuk bisa mencapai Bahagia menurut definisi mereka.
Tapi ketika aku tenggelam dalam karangan Ibnu Qayyim, Ibnu Taimiyah, Sayyid Qutb, Yusuf Al Qarhdawi, dan buku2 religius lainnya aku merasa bahwa hidup yang kulalui sekarang masih belum cukup. Hidup yang kujalani masih perlu di tambal disana sini biar aku bisa punya baju yang layak untuk bertemu dengan Rabb ku. Padahal sekarang aku merasa belum punya kain sesobek pun ditanganku. Lalu apa yang mau ditambal...???
Aku merasa nista, aku merasa hina, aku merasa tak pantas jadi hambaMu. Dibandingkan dengan nikmatmu dimana aku merasa dicelupkan dalam samudera kasih sayangMu yang tidak bertepi. Aku malu, aku belum mampu untuk mengucapkan bahwa aku sudah berbakti, taat kepadaMu...
Apa yang akan aku lakukan...??????

22 April 2004
Saya gak tau, saya belum mengerti mauMu sebenarnya seperti apa? Saya sebagai hambaMu belum bisa memahamiMu ....
Saya gak tau apakah Kamu ingin aku menyerahkan diri sepenuhnya buat menyembahMu. Apakah aku harus mengoyak dadaku , memecahkan batok kepalaku,biar aku bisa ngambil hati dan otakku dan menyerahkannya padaMu biar gak tercemar oleh dunia yg kata hambaMu yg mengaku dekat denganMu itu nista, busuk, kotor dan segala ungkapan najisnya.
Tapi saya belum tau harus pake apa tuk mengoyak dadaku, gimana caranya memecahkan batok kepalaku Tuhan??? Biar otak dan hatiku bisa berada ditanganMu dan hanya dengan tubuh ini saja aku hidup di duniaMu yg hina.
Hal ini membuatku pusing, saya selalu kepikiran karena selama ini dari hari ke hari malah menjaga biar dada ku keras dan biar batok kepalaku gak akan pernah bisa dipecahkan.
Kontras sekali apa yang kulakukan dengan keinginanMu. Ternyata sampai sekarang aku belum bisa jadi hamba yang baik.

28 Juni 2004
Setelah sejauh ini aku mengarungi duniaMu, setelah selama ini Engkau memberiku kesempatan untuk belajar menjadi manusia, aku ingin Engkau tahu bahwa aku belum mengerti apa2.. aku bingung... aku takut...!!!
Aku gak mau hidupku yang hanya sekali ini, yang tak aka nada kesempaytan keduanya sia-sia ya Allah... aku gak mau hidupku tak meninggalkan apa2, aku gak mau hanya menjadi satu dari jutaan makhlukmu yang singgah di bumi ini, yg kemudian Engkau cabut kesempatannya dalam keadaan merugi...
Dan... seandainya nafasku saat ini adalah nafas terakhirku, seandainya baju yang aku pakai sekarang adalah baju yang akan dilepaskan ketika aku dimandikan, seandainya saat ini malaikat maut sudah ada di atas ubun2 yg hanya dengan sekali sentakan maka ruh ini telah lepas dari jasad... Ya Allah...
Betapa meruginya hambaMu ini, betapa menyesalnya diri yang nista ini, akankah diri ini menjadi makhluk yang akan menyesal menjadi manusia dihari perhitunganMu nanti. Karenanya Ya Allah... Dengan kerendahan hati, hamba memohon, hamba meminta, hamba berdoa... Berikanlah sepercik cinta di hati ini, cinta kepadaMu, cinta akan taat dan patuh padaMu, merasakan nikmatnya menjadi pengagumMu dn pengagum rasulMu dan penuh kerelaan menjalankan semua perintahMu dan menjauhi segala laranganMu berdasarkan Al Quran dan Hadist yang disebabkan oleh kenikmatan rela yang Engkau berikan di hati ini, karena kenikmatan dari taat dan patuh yang kulakukan karena sepercik cinta yang kau teteskan di hati yang kusam ini Ya Allah...
Maka tunjukilah aku jalan itu Ya Allah dan bimbinglah aku untuk tetap berada di lintasan yang benar menuju RidhaMu...

Senin 6 Maret 2006
Kecintaanku pada makhluk yang bernama wanita kini agak mulai mengalami pergeseran yang signifikan. Kecantikan, wajah yang lembut, senyum yg menawan adalah point penting yang wajib kutemukan dalam diri seorang gadis yg bisa membuat hatiku menyatakan bahwa dia cantik dan aku ingin menghabiskan waktuku bersamanya. Cuman itu... ya cumin itu criteria gadis idaman yang ada di kepalaku saat awal masuk SMU dulu...
Seiring pertumbuhan mental dan emosiku, criteria itu menjadi bertambah dengan adanya sifat pendiam, menjaga ucapan, nggak centil, dan pendai membawa diri. Dan itu terjadi pada fase akhir masa SMU ku criteria yang ada dipikiranku itulah yang menuntun langkah pencarianku terhadap wanita ke sosok anggun dan menawan bernama Mirna Machmud.
ya benar dia pemalu, manis, punya senyum yang menawan,dan pandai membawa diri dan kuakui aku tergila2 kepadanya sampai batas maksimal perasaan cinta seorang manusia.
Dan cinta itu bertahan sampai aku tahu kalo dirinya tak sebaik sangkaanku. Itu dibuktikannya dengan menyediakan dirinya masuk dalam lingkaran setan yang bernama pacaran. Cinta itu sedikit demi sedikit terkikis seiring berjalannya waktu dan aku telah mulai memahami kalau dia tidak lagi layak menjadi gadis idaman yang akan menduduki takhta dalam hatiku.
Dalam masa diantara itu banyak nama yang keluar masuk dalam hatiku, banyak yang mencoba menggantikan sosok mirna dalam jiwaku. Tapi tak ada yg membuatku yakin bahwa dia sangat pantas untuk menjadi wanita yang akan menemaniku sampai akhir hidupku nanti. Aku belum menemukan wanita yang membuatku rela mengorbankan apapun untuk melihat rona bahagia di mukanya dan pencarianku pun berlanjut terus, sampai..............
Aku tahu kalo cinta yg selama ini kucari adalah cinta yang rendah, cinta yang hina, cinta yang tak semestinya ada karena hanya kepadaNyalah cinta seharusnya di persembahkan. Hanya karena alas an yang diridhoiNyalah cinta tersebut layak digapai dan sekarang aku telah belajarmencintaiNya sampai batas maksimal yang bisa kuusahakan. Walaupun aku tahu itu bukan persoalan yang mudah, jalannya penuh onak dan duri serta jurang dikanan kiri. Tapi aku memohon semoga Allah SWT menanamkan keyakinan dalam hatiku untuk mencukupkan hanya Dia satu2nya pelindung dan hanya Dia satu2nya yang layak untuk dimintai pertolongan
Ya Allah... aku berlindung padamu dari cinta yang rendah, cinta yang tak semestinya ada, cinta yang bukan kepadaMu walaupun itu kepada makhlukMu yang juga belajar menganugrahkan satu-satunya cintanya padaMu.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar