4 juni 2004
Wanita.... makhluk dengan tingkat kemenarikan yang
tinggi, dengan wajahnya yg bisa membuat darahku berdesir, dengan tatapan
matanya yang bisa membuat hatiku hancur berantakan. Dengan baunya yang
bisa mebuatku merinding karena bangkitnya “kelelakian”ku...
Tapi, hanya untuk itukah wanita diciptakan olehNya? Picik sekali saya kalo punya pikiran seperti itu.
Wanita...
dari rahimnya aku dilahirkan, karena wanitalah aku punya kesempatan
mencium bau surge walaupun kemungkinan untuk berenang dan karam di
neraka lebih besar setidaknya wanita telah membuat satu kesempatan buat
aku untuk menjadi makhluk yang bisa mewarnai dunia ini.
Tapi, Hanya untuk itukah wanita diciptakan olehNya? Aku merasa gak seperti itu saja tujuan penciptaanMu...
Wanita...
Engkau benar-benar makhluk misterius dimataku, aku belum bisa
memahamimu sehingga kadang aku merasa tak perlu menganalmu, kalian cumin
bikin ruwet pikiranku saja, kalian cumin bikin aku gak produktif,
bersama kalian bikin waktu terbuang sia-sia...
Benarkah itu yang
sesungguhnya ada dipikiranku, atau itu hanya cermin dari
ketidakmampuanku untuk menyelami kalian wahai wanita... Aku gak
tahu...!!!
15 Juni 2004
Saat dalam perjalanan di atas KM FUDI, pulang liburan di kampong...
Ditengah laut jawa, dibawah terik matahari sore..
Dilingkupi awan berarak, dilatari birunya angkasa raya...
Aku
merenung apa yang seharusnya menjadi tujuan hidupku yang dengannya aku
akan melewati hidup di dunia yang fana ini. Aku pernah berfikir bebas
ketika membaca buku zig ziglar, dale Carnegie, steven covey, norman
Vincent peale , David Swarctz dan pengarang barat lainnya dengan resep
hidup untuk memaksimalkan potensi kita, gimana cara sukses didunia ini,
apa langkah yang harus kau ambil untuk jadi penguasa dunia dan
beribu-ribu konsep lagi untuk bisa hidup eksis di dunia ini, bisa jadi
orang yg dikenang sejarah, bisa menjadi orang besar ditengah manusia yg
punya pikiran kerdil dan itu semua untuk bisa mencapai Bahagia menurut
definisi mereka.
Tapi ketika aku tenggelam dalam karangan Ibnu
Qayyim, Ibnu Taimiyah, Sayyid Qutb, Yusuf Al Qarhdawi, dan buku2
religius lainnya aku merasa bahwa hidup yang kulalui sekarang masih
belum cukup. Hidup yang kujalani masih perlu di tambal disana sini biar
aku bisa punya baju yang layak untuk bertemu dengan Rabb ku. Padahal
sekarang aku merasa belum punya kain sesobek pun ditanganku. Lalu apa
yang mau ditambal...???
Aku merasa nista, aku merasa hina, aku merasa
tak pantas jadi hambaMu. Dibandingkan dengan nikmatmu dimana aku merasa
dicelupkan dalam samudera kasih sayangMu yang tidak bertepi. Aku malu,
aku belum mampu untuk mengucapkan bahwa aku sudah berbakti, taat
kepadaMu...
Apa yang akan aku lakukan...??????
22 April 2004
Saya gak tau, saya belum mengerti mauMu sebenarnya seperti apa? Saya sebagai hambaMu belum bisa memahamiMu ....
Saya
gak tau apakah Kamu ingin aku menyerahkan diri sepenuhnya buat
menyembahMu. Apakah aku harus mengoyak dadaku , memecahkan batok
kepalaku,biar aku bisa ngambil hati dan otakku dan menyerahkannya padaMu
biar gak tercemar oleh dunia yg kata hambaMu yg mengaku dekat denganMu
itu nista, busuk, kotor dan segala ungkapan najisnya.
Tapi saya belum
tau harus pake apa tuk mengoyak dadaku, gimana caranya memecahkan batok
kepalaku Tuhan??? Biar otak dan hatiku bisa berada ditanganMu dan hanya
dengan tubuh ini saja aku hidup di duniaMu yg hina.
Hal ini
membuatku pusing, saya selalu kepikiran karena selama ini dari hari ke
hari malah menjaga biar dada ku keras dan biar batok kepalaku gak akan
pernah bisa dipecahkan.
Kontras sekali apa yang kulakukan dengan keinginanMu. Ternyata sampai sekarang aku belum bisa jadi hamba yang baik.
28 Juni 2004
Setelah
sejauh ini aku mengarungi duniaMu, setelah selama ini Engkau memberiku
kesempatan untuk belajar menjadi manusia, aku ingin Engkau tahu bahwa
aku belum mengerti apa2.. aku bingung... aku takut...!!!
Aku gak mau
hidupku yang hanya sekali ini, yang tak aka nada kesempaytan keduanya
sia-sia ya Allah... aku gak mau hidupku tak meninggalkan apa2, aku gak
mau hanya menjadi satu dari jutaan makhlukmu yang singgah di bumi ini,
yg kemudian Engkau cabut kesempatannya dalam keadaan merugi...
Dan...
seandainya nafasku saat ini adalah nafas terakhirku, seandainya baju
yang aku pakai sekarang adalah baju yang akan dilepaskan ketika aku
dimandikan, seandainya saat ini malaikat maut sudah ada di atas ubun2 yg
hanya dengan sekali sentakan maka ruh ini telah lepas dari jasad... Ya
Allah...
Betapa meruginya hambaMu ini, betapa menyesalnya diri yang
nista ini, akankah diri ini menjadi makhluk yang akan menyesal menjadi
manusia dihari perhitunganMu nanti. Karenanya Ya Allah... Dengan
kerendahan hati, hamba memohon, hamba meminta, hamba berdoa...
Berikanlah sepercik cinta di hati ini, cinta kepadaMu, cinta akan taat
dan patuh padaMu, merasakan nikmatnya menjadi pengagumMu dn pengagum
rasulMu dan penuh kerelaan menjalankan semua perintahMu dan menjauhi
segala laranganMu berdasarkan Al Quran dan Hadist yang disebabkan oleh
kenikmatan rela yang Engkau berikan di hati ini, karena kenikmatan dari
taat dan patuh yang kulakukan karena sepercik cinta yang kau teteskan di
hati yang kusam ini Ya Allah...
Maka tunjukilah aku jalan itu Ya Allah dan bimbinglah aku untuk tetap berada di lintasan yang benar menuju RidhaMu...
Senin 6 Maret 2006
Kecintaanku
pada makhluk yang bernama wanita kini agak mulai mengalami pergeseran
yang signifikan. Kecantikan, wajah yang lembut, senyum yg menawan adalah
point penting yang wajib kutemukan dalam diri seorang gadis yg bisa
membuat hatiku menyatakan bahwa dia cantik dan aku ingin menghabiskan
waktuku bersamanya. Cuman itu... ya cumin itu criteria gadis idaman yang
ada di kepalaku saat awal masuk SMU dulu...
Seiring pertumbuhan
mental dan emosiku, criteria itu menjadi bertambah dengan adanya sifat
pendiam, menjaga ucapan, nggak centil, dan pendai membawa diri. Dan itu
terjadi pada fase akhir masa SMU ku criteria yang ada dipikiranku itulah
yang menuntun langkah pencarianku terhadap wanita ke sosok anggun dan
menawan bernama Mirna Machmud.
ya benar dia pemalu, manis, punya
senyum yang menawan,dan pandai membawa diri dan kuakui aku tergila2
kepadanya sampai batas maksimal perasaan cinta seorang manusia.
Dan
cinta itu bertahan sampai aku tahu kalo dirinya tak sebaik sangkaanku.
Itu dibuktikannya dengan menyediakan dirinya masuk dalam lingkaran setan
yang bernama pacaran. Cinta itu sedikit demi sedikit terkikis seiring
berjalannya waktu dan aku telah mulai memahami kalau dia tidak lagi
layak menjadi gadis idaman yang akan menduduki takhta dalam hatiku.
Dalam
masa diantara itu banyak nama yang keluar masuk dalam hatiku, banyak
yang mencoba menggantikan sosok mirna dalam jiwaku. Tapi tak ada yg
membuatku yakin bahwa dia sangat pantas untuk menjadi wanita yang akan
menemaniku sampai akhir hidupku nanti. Aku belum menemukan wanita yang
membuatku rela mengorbankan apapun untuk melihat rona bahagia di mukanya
dan pencarianku pun berlanjut terus, sampai..............
Aku tahu
kalo cinta yg selama ini kucari adalah cinta yang rendah, cinta yang
hina, cinta yang tak semestinya ada karena hanya kepadaNyalah cinta
seharusnya di persembahkan. Hanya karena alas an yang diridhoiNyalah
cinta tersebut layak digapai dan sekarang aku telah belajarmencintaiNya
sampai batas maksimal yang bisa kuusahakan. Walaupun aku tahu itu bukan
persoalan yang mudah, jalannya penuh onak dan duri serta jurang dikanan
kiri. Tapi aku memohon semoga Allah SWT menanamkan keyakinan dalam
hatiku untuk mencukupkan hanya Dia satu2nya pelindung dan hanya Dia
satu2nya yang layak untuk dimintai pertolongan
Ya Allah... aku
berlindung padamu dari cinta yang rendah, cinta yang tak semestinya ada,
cinta yang bukan kepadaMu walaupun itu kepada makhlukMu yang juga
belajar menganugrahkan satu-satunya cintanya padaMu.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar