Masalah Ini....!!!


Masalah keluarga beberapa hari ini membuatku agak kepikiran2 juga... ALIF TINGGAL KELAS!!! adikku yang sejak kecil dekat banget ma aku, yang waktu2 sepulang sekolah menemani waktu luangku bermain, menunggu di pinggir lapangan bola saat aku bermain bola, menemaniku bermain bola plastik bersama temannya2 yang lain di halaman samping rumah saat hujan deras mengguyur. teman tidurku setiap malam yang diawali dengan bersenda gurau dengan bantal guling. dipikiranku waktu itu dia akan jadi sinar ditengah keluarga kami dengan keriangan dan kegembiraan yang selalu dia tunjukkan, pancaran matanya yang cerdas, daya tangkapnya yang cepat. belum masuk SD aja dia udah bisa membaca dengan baik, Juz 30 Al Quran hampir semuanya di hapalin sama dia hingga beberapa kali juara 1 lomba hapal Al Quran... Membayang kan semua itu membuatku benar2 memberikan banyak harap ke dia untuk membuat nama baik keluarga kami tetap terjaga....
Harapanku ternyta tinggal harapan... Apa yang ditunjukkan olehnya saat ini bertolak belakang sangat dengan gambaran yang selalu terbayang untuknya. Dia tinggal kelas, mengecewakan orang tua dengan tangan panjangnya, berjudi kiri kanan, jarang tinggal di rumah dan pulang hanya jika malam telah larut...
Melihat dia kini akan memberi kesan laki2 beranjak dewasa yang dingin, penuh luka emosional, penyendiri yg kesepian,.... Ketulusan tak ada lagi di matanya, hanya tatapan tajam yg menusuk hasil derita dan terbuang yang akan terasa. Rasa hausnya akan perhatian akan dengan cepat menyergapmu begitu tatapannya singgah di matamu. Dia bagai sesuatu yang akan meledak mencengangkanmu dengan Luka yang Perih menusuk di hati nantinya jika kau membiarkannya tetap begitu... Merasa Sendiri dan Kesepian...!!!
Saya jadi berfikir, betapa bedanya kami dengan dia.. kami yang setiap malam mendengar bisikan halus dari seorang ibu untuk selalu jadi orang yang bisa di banggakan keluarga, untuk benar2 beriman dan bertaqwa pada Allah SWT, menghargai orang yang lebih tua, belajar dengan rajin, dan beribu wejangan yang tak bosan2nya dia sampaikan sambil tangan kecil kami memijit2 punggung dan lengannya yang capek memasak, mencuci, dan mengerjakan hal2 lain hari itu... kemudian melewati sisa malam itu di pelukannya!
Ibu yang akan dengan sabar mencari kami di rumah tetangga setiap jam 9 malam untuk menyuruh kami pulang dan tidur. mengingatkan kami untuk sholat jika kami masih males2an ditempat tidur saat pulang dari mesjid untuk sholat subuh. berteriak memanggil nama kami saat adzan maghrib berkumandang untuk mandi sore, memperkenalkan kami dan menceritakan bahwa kami anak yang menyenangkan dan pinter di depan teman2nya... membuat kami merasa sangat bangga! dan banyak hal2 lain yang akan menegaskan bahwa kami disayangi dan kami mempunyai tempat bersandar saat kami membutuhkan.... Tak ada yang tak bisa membuat kami sedih, tak ada yang bisa menyakiti kami karena ada Ibu yang akan menyembuhkan dengan pelukan hangatnya!
Kasian dia yang tak memiliki sosok ibu sejak dia berada di Kelas 2 SD, saat kasih sayang dan pelukan hangat adalah kebutuhan yang utama. aku tak bisa memenuhinya karena Pendidikan yang kutempuh di Bogor, Wati juga bukan sosok yang bisa memberikan itu apalagi dia juag banyak menghabiskan waktu di makassar untuk pendidikannya. Bapakku yang sibuk sehingga mengacuhkan hal itu... dan Ibu yang meninggal di Tanah Suci tak bisa berada didekatnya lagi secara fisik.... Kasihan dia.
Aku tak akan pernah melupakan waktu dimana dia menangis terharu, senggugukan dengan air mata yang berurai dengan deras dan badan yang bergetar menahan sedih... sambil berucap tak henti untuk tak meninggalkannya saat libur kuliahku telah berakhir dan aku harus kembali lagi ke Bogor.
Dengan umur yang masih sangat belia, kelas 3 SD dia sudah bisa mengungkapkan dengan lancar betapa dia sangat senang bila ada aku di rumah, bila aku ada menemani malam2nya yang selalu sepi, bila ada aku yang bisa menjadi teman bermainnya di tempat tidur hanya untuk saling memukul dengan bantal penuh gelak tawa, ada aku yang mendengar ceritanya di sekolah yang selalu dia ceritakan dengan mata berbinar-binar, ada aku yang merapikan bajunya saat akan berangkat sekolah, menemaninya mengerjakan PR dimalam hari.... Menceritakan betapa hari2nya bersamaku sangat berarti!
Dan kesedihannya saat aku telah berada di Bogor untuk kuliah... Malam2nya yang penuh tangis kesedihan menunggu bapakku pulang, sampai kadang dia tertidur dengan air mata yang tetap menggenang, Hanya melewatkan waktu dengan sepupu2 kecilku tanpa punya orang dewasa yang akan menuntun dan membuatnya merasa memiliki tempat bersandar... membuatnya punya orang tua tyang benar2 peduli akan dirinya, membuatnya memiliki kakak yang akan selalu jadi pendengar dan pelindungnya.
Dia tumbuh dengan hati yang kosong akan kasih sayang, dengan perasaan sebagai individu yang tak dipedulikan, hanya dipenuhi kebutuhan materialnya tanpa pemenuhan kebutuhannya akan kehangatan keluarga dan kasih sayang! Dan jadilah dia seperti sekarang ini....
Tapi mudah2an semuanya bisa kubawa ke arah yang lebih baik, membuatnya bisa memiliki motivasi untuk jadi pribadi yang lebih baik. Walaupun saat ini bapak dan wati sudah teramat kecewa, dan Alif sendiri sudah punya perasaan tak berguna dan tak peduli sama apapun lagi... Tapi aku berharap semuanya bisa jadi lebih baik, aku bisa memberinya kasih sayang yg selama ini hilang darinya.... Beri aku kekuatan dan Kebijaksanaan untuk menemaninya dan membimbingnya menjadi orang yang bisa menyadari kesalahan dan berusaha untuk memperbaiki dirinya!
Amin ya Rabbul Alamin............
Tidak ada komentar:
Posting Komentar